Mataram (ANTARA) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berhasil menghimpun donasi dari para guru dan tenaga pendidik di Kota Mataram sebesar Rp336.432.100 untuk korban banjir di Sumatera.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua PGRI Kota Mataran Imam Purwanto kepada Wali Kota Mataram  Mohan Roliskana, di sela apel pagi di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Senin.

Wali Kota Mataram dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif serta kepedulian yang ditunjukkan oleh
para guru dan tenaga pendidik di Kota Mataram.

"Aksi tersebut mencerminkan nilai empati, solidaritas, dan kemanusiaan yang kuat, khususnya di tengah musibah yang menimpa saudara-saudara di daerah lain," katanya.

Donasi yang dihimpun PGRI Kota Mataram dari para guru menjadi wujud nyata rasa persaudaraan dan kepedulian kemanusiaan yang
ditunjukkan PGRI Kota Mataram, melalui semangat gotong royong.

Baca juga: Peserta ajang lari Mandalika Last Sunday berdonasi untuk korban banjir Sumatra

Karena itu, Wali Kota menyampai salam dan terima kasih kami kepada seluruh perangkat PGRI, para guru, dan tenaga pendidik, atas kepedulian dan semangat berbagi untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah.

"Terima kasih banyak atas inisiatif yang luar biasa ini," kata wali kota.

Sebelumnya, tambah Wali Kota, donasi bantuan bagi korban banjir Sumatera ada juga dari aparatur sipil negara (ASN) Kota Mataram sebesar Rp205.895.000, yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram HL Alwan Basri saat upacara HUT Provinsi NTB Ke 67 pada 17 Desember 2025.

Wali Kota berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban banjir di Sumatra serta menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas sosial, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan bencana kemanusiaan.

Baca juga: FKMPI salurkan bantuan ke korban banjir Aceh Tamiang
Baca juga: DPRD NTB serukan banjir dan longsor di Sumatra jadi bencana nasional



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026