Jangan abaikan keluhan batuk berkepanjangan

id batuk Tuberkulosis,batuk saat liburan,tbc,tb,jakarta

Jangan abaikan keluhan batuk berkepanjangan

Warga berswafoto dengan latar belakang instalasi pencahayaan dalam Jakarta Light Festival 2025 di kawasan Kota Tua, Jakarta, Selasa (30/12/2025). ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh.

Jakarta (ANTARA) - Ahli kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan masyarakat pada masa liburan tahun baru ini agar tidak mengabaikan keluhan batuk selama dua pekan atau lebih.

"Kalau ada keluhan batuk berkepanjangan, maka gunakan masker saat berada di tempat umum, khususnya di masa liburan yang penuh orang, dan kalau memang batuk selama dua atau tiga minggu lebih, maka segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan," kata Tjandra saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, batuk selama dua pekan atau lebih dan tidak membaik meskipun sudah diobati dengan obat batuk biasa dapat menjadi pertanda tuberkulosis (TB). Biasanya, batuk pertanda TB disertai dahak kental berwarna kuning atau hijau, kadang bercampur darah dan disertai gejala lain, seperti penurunan berat badan dan keringat malam.

Pemeriksaan dini gejala TB, termasuk batuk, memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan mampu mencegah penyebaran penyakit tersebut. Kemudian, jika hasil pemeriksaan itu menunjukkan seseorang positif TB, maka dia diharuskan minum obat secara teratur agar pulih dan tidak menjadi kebal obat.

"Untuk pasien TB, ingatlah untuk selalu makan obat setiap hari dengan teratur, walaupun di tengah masa liburan, seperti sekarang," tutur Tjandra.

Baca juga: Lapas Lombok Barat gelar skrining TBC bagi seluruh warga binaan

Sementara itu, pada masa libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan sejumlah layanan kesehatan, yakni 44 puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bagi warga yang membutuhkan.

Baca juga: Warga binaan Rutan Praya Lombok Tengah jalani skrining ACF TBC

Selain RSUD dan Puskesmas, Dinas Kesehatan DKI juga membuka posko layanan kesehatan di stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, serta tempat wisata selama masa libur akhir tahun ini. Posko kesehatan tersebut melayani pemeriksaan yang merupakan bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) paket cepat bagi penumpang dan masyarakat, yang meliputi sejumlah skrining mandiri, yakni jiwa, tuberkulosis, aktivitas merokok, dan aktivitas fisik.

Lalu, ada pula skrining status gizi (berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut), tekanan darah, gula darah sewaktu, konseling edukasi, serta anamnesa PPOK dan kanker paru.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.