Lombok Tengah (ANTARA) - Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Letkol Karimmuddin Rangkuti menginstruksikan seluruh jajaran Babinsa untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan intensif di wilayah binaan masing-masing terhadap dampak cuaca ekstrem.
"Langkah ini diambil guna merespons potensi dampak cuaca ekstrem dan angin kencang di sertai hujan yang melanda di hampir seluruh wilayah NTB khususnya Kabupaten Lombok Tengah belakangan ini," kata Letkol Karimmuddin Rangkuti di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama, sehingga seluruh personel di lapangan diperintahkan untuk melakukan pendataan secara mendetail terhadap setiap kerusakan yang terjadi, mulai dari pemukiman warga, fasilitas umum, hingga infrastruktur jalan.
"Kami telah menginstruksikan seluruh Babinsa jajaran Koramil untuk terjun langsung ke lapangan. Fokus utama adalah mendata kerusakan rumah warga, bangunan publik, serta akses jalan yang terdampak, baik karena pohon tumbang maupun tanah longsor," ujarnya.
Baca juga: Damkartan lakukan penanganan tiang listrik roboh di Lombok Tengah
Respons cepat dan pendataan akurat pengerahan personel ini bertujuan agar komando atas mendapatkan data yang akurat dan real-time mengenai situasi di lapangan. Data tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya untuk mempercepat proses penanganan dan penyaluran bantuan.
Selain melakukan pendataan, para Babinsa juga diminta untuk aktif mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari area rawan, seperti pohon besar atau baliho tua, saat angin kencang terjadi.
"Kami minta masyarakat segera melapor kepada Babinsa atau aparat desa jika terdapat kerusakan signifikan di lingkungannya agar dapat segera kita tindak lanjuti,"katanya.
Kodim 1620/Lombok Tengah berkomitmen untuk terus siagakan personel khususnya Babinsa selama 24 jam bersama unsur terkait dan pemerintah daerah dalam memitigasi risiko bencana secara menyeluruh.
"Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian material maupun korban jiwa akibat anomali cuaca yang sulit diprediksi,"katanya.
Baca juga: Tiga desa di Lombok Tengah dilanda banjir akibat cuaca ekstrem
Baca juga: Dampak cuaca ekstrem di Lombok Tengah telah ditangani
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026