Dompu (ANTARA) - Fitri, ibu anak berinisial ABM (8), korban dugaan kekerasan di Lakey, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, mengungkapkan anaknya hingga kini masih mengalami trauma mendalam dan hidup dalam ketakutan sejak peristiwa tersebut terjadi.
"Anak saya masih sangat trauma. Sebagai ibu, saya benar-benar tertekan dan tersakiti, apalagi pelaku masih sering berkeliaran di sekitar kami," ujarnya kepada ANTARA di Polres Dompu, Sabtu.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat keluarga merasa tidak aman dan berada dalam tekanan psikologis berkepanjangan. Peristiwa itu juga memicu kemarahan keluarga besar dari kedua belah pihak yang merasa tersinggung atas dugaan penganiayaan terhadap anak.
"Kami sudah melapor sejak 17 Januari, tetapi prosesnya terasa sangat lamban. Kami hanya ingin keadilan dan pelaku dihukum maksimal atas perbuatannya," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Mifathul Su'adah dan UPTD PPA, terus mendampingi korban dan keluarga selama proses hukum berlangsung di Polres Dompu dan pendampingan pemulihan psikologis korban.
Baca juga: Viral video kekerasan anak di Lakey Dompu, Keluarga keluhkan penanganan lambat
Baca juga: DP3A Dompu pastikan pendampingan berkelanjutan bagi korban kekerasan anak di Lakey
Baca juga: Korban kekerasan anak di Lakey alami trauma, DP3A Dompu beri pendampingan
Baca juga: Anak dan luka yang terabaikan
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Lakey Dompu dan gagalnya ruang aman bagi anak
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026