Lombok Tengah (ANTARA) - Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Provinsi NTB Alfa Dera menyatakan dirinya siap mendukung kinerja pimpinan dalam melakukan penegakan hukum di wilayah tersebut, setelah resmi dilantik langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Dr. Putri Ayu Wulandari.

Alfa Dera di Lombok Tengah, Kamis menegaskan kesiapan nya untuk langsung bekerja cepat di tempat tugas yang baru. Ia menyadari pentingnya sinergi dengan berbagai elemen masyarakat di Lombok Tengah.

"Saya akan segera beradaptasi dengan lingkungan saat ini. Mohon dukungan dan kerja samanya dari teman-teman media di Lombok Tengah. Kehadiran saya semoga membawa kebaikan untuk Lombok Tengah. Apa yang menjadi rencana kerja pimpinan akan segera kami supporting dengan baik, baik upaya pencegahan maupun penindakan yang menjadi kewenangan kejaksaan," ujar Alfa Dera kepada wartawan.

Baca juga: Dana dikembalikan Rp99 Juta, Kejari Lombok Tengah setop penyelidikan dugaan korupsi KONI

Dera juga secara spesifik membocorkan fokus kinerjan ke depan yang akan langsung "gas pol" menyikat tindak pidana korupsi, selaras dengan visi Kepala Kejaksaan Negeri.

" Saat ini orientasi kami, korupsi di sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak akan menjadi prioritas. Selain penindakan, tentu upaya pencegahan melalui bidang Intel dan Datun akan terus kami lakukan," tegasnya.

Kedatangan Alfa Dera ke Lombok Tengah tidak datang dengan tangan kosong, melainkan diiringi rekam jejak penegakan hukum yang panjang dan gemilang. 

Sebelum menorehkan prestasi di Lampung, Dera telah lebih dulu mengukir sejarah di Kejaksaan Negeri Depok. Ia dikenal sebagai jaksa bernyali besar yang tak segan memberikan tuntutan maksimal, termasuk hukuman mati bagi pelaku kejahatan berat.

Baca juga: Kejari Lombok Tengah koordinasi dengan auditor terkait korupsi pengadaan truk

Di Depok, Dera adalah sosok sentral di balik penanganan sejumlah kasus viral tingkat nasional. Publik tentu masih ingat dengan kasus hoaks "Babi Ngepet" yang sempat menggegerkan jagat maya dan kasus pembunuhan tragis mahasiswa Universitas Indonesia (UI); Dera berada di garda terdepan penanganan kasus tersebut. 

Ketegasannya memburu penjahat juga dibuktikan dengan keberhasilan membekuk buronan (DPO) kasus penggelapan tanah senilai miliaran rupiah.

Kapasitas intelijen nya makin diakui saat ia dipercaya masuk dalam Tim Satgas 53 Kejaksaan Agung. Dalam satgas elite tersebut, Dera mengambil peran kunci membongkar sindikat jaksa gadungan lintas daerah yang menipu korbannya hingga miliaran rupiah.

Namun, di balik garangnya Dera di meja hijau, sisi humanisnya sangat kental. Di Depok, ia memiliki julukan unik sebagai "Kakak Asuh" bagi puluhan mantan narapidana kasus siber (hacker).

Baca juga: Jaksa kembangkan korupsi insentif PPJ Lombok Tengah ke ranah denda

 Alih-alih membiarkan mereka kembali ke jalan yang salah, Dera merangkul dan membina mereka, mengarahkan keahlian IT tersebut untuk kegiatan positif dan legal. Sosoknya yang mengayomi juga membawanya dipercaya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pamulang (UNPAM), memimpin lebih dari 74.000 sarjana.

Kinerja trengginas dari Depok itu ia lanjutkan saat menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Lampung Tengah. Berdasarkan penelusuran media, Dera kembali menunjukkan "tangan besinya" dalam menindak kejahatan rasuah.

Bersama tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lampung Tengah, Dera sukses membongkar dan menuntaskan sederet kasus korupsi kelas kakap. Beberapa kasus besar yang digulung antara lain dugaan korupsi dana hibah KONI dan kasus Hutan Kota.

Baca juga: Mantan Ketua KONI Lombok Tengah masuk radar pemeriksaan jaksa

Tim gabungan yang ia pimpin ibarat mimpi buruk bagi para buronan. Ia sukses menangkap sejumlah DPO yang telah lama bersembunyi, di antaranya buronan kasus korupsi bank plat merah, buronan kasus Bawaslu yang merupakan mantan ASN Sekretariat Daerah (Awalludin), hingga DPO Endang Pristiwati. 

Nyalinya juga terbukti saat ia memimpin langsung penyisiran ekstrem di medan berbukit dan vegetasi lebat untuk menyergap buronan korupsi Muhamad Azhari pada Desember 2025.

Rentetan prestasi ini sukses membawa timnya meraih Peringkat 1 Kinerja Terbaik Bidang Intelijen se-Provinsi Lampung, sekaligus wujud nyata penerjemahan 7 Perintah Harian Jaksa Agung RI.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026