Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menyambut baik program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Poltekkes (Politeknik Kesehatan) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mataram dalam rangka mendukung pencegahan stunting di daerah setempat.
"Program ini sangat baik dalam mendukung program prioritas kesehatan melalui percepatan zero stunting, peningkatan imunisasi, serta penguatan upaya promotif dan skrining penyakit berbasis masyarakat," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat acara penerimaan mahasiswa KKN Poltekes Kemenkes 2026 di Lombok Timur, Senin.
Ia menilai, kehadiran 209 mahasiswa Poltekes Mataram yang akan diterjunkan langsung ke rumah-rumah masyarakat di perdesaan merupakan sebuah keberuntungan bagi daerah, terutama dalam upaya melakukan pendekatan personal dan pendataan kesehatan masyarakat secara langsung.
"KKN adalah fase transisi penting bagi mahasiswa untuk keluar dari teori akademik menuju realitas sosial yang sesungguhnya," katanya.
Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa dinamika di tengah masyarakat jauh lebih kompleks dibandingkan dunia perkuliahan.
Strategi komunikasi menjadi kunci utama, mengingat latar belakang pemahaman masyarakat yang beragam.
"Kegiatan ini adalah kenyataan yang akan kita hadapi," katanya.
Menghadapi masyarakat yang paham tentu berbeda dengan menghadapi mereka yang belum paham. Di sinilah tantangan adik-adik mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari tentang cara bermasyarakat dan menghadapi berbagai tantangan lapangan.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini tengah gencar melakukan berbagai upaya strategis di sektor kesehatan, terutama dalam mengejar target zero stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi.
"Pemerintah mampu membangun gedung dan membeli alat, tetapi SDM berkualitas tidak bisa dibeli secara instan. Itulah mengapa kami berkomitmen mendukung dan tidak akan mempersulit siapapun yang ingin meningkatkan kapasitasnya di bidang kesehatan," katanya.
Baca juga: Lombok Timur tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Selong
Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Mataram Ni Putu Karunia Ekayani melaporkan bahwa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini kembali dilaksanakan sebagai agenda tahunan wajib.
Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Lombok Timur tetap menjadi mitra strategis yang tidak pernah absen sebagai lokasi pengabdian mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram.
"Program KKN ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menjalankan proses pengabdian masyarakat secara langsung," katanya.
Melalui terjun lapangan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dinamika sosial, berbaur dengan budaya setempat, serta mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di tengah masyarakat.
Tahun ini, KKN Poltekkes Kemenkes Mataram mengedepankan konsep Interprofessional Collaboration (IPC).
Baca juga: Uang ratusan juta raib digondol maling di Lotim
Seluruh mahasiswa tingkat akhir yang diterjunkan ke 80 lokus berasal dari empat jurusan berbeda. Langkah ini diambil agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu mereka secara lintas disiplin dan komprehensif.
Selain itu, program ini merupakan bentuk sinergi antara Poltekkes Kemenkes Mataram dengan Pemerintah Provinsi NTB guna mendukung program-program kesehatan prioritas pemerintah daerah.
"Mahasiswa harus menjaga nama baik kampus dengan mengedepankan sopan santun, etika, dan menghormati kearifan lokal. Bangun lah komunikasi yang baik dengan masyarakat dan laksanakan tugas pengabdian ini dengan penuh dedikasi," katanya.
Tahun ini KKN Terpadu Poltekkes Kemenkes Mataram melaksanakan kegiatan di tiga kecamatandi 20 Desa, di antaranya Desa Rempung, Pringgasela, Aik Dewa, Pringgasela Timur, Jurit, Pengadangan, Prian, Montong Betok, Jenggik, Pijot, Pijot Utara, Selebung, Sepit, hingga Desa Keruak
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026