Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan kapasitas industri pengolahan susu guna memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 yang diperkirakan mencapai 4,8 miliar kemasan susu ukuran 115 dan 125 mililiter.

“Program MBG tahun 2026 ini kebutuhan susu itu sebesar 4,8 miliar kemasan sedangkan kapasitas industri pengolahan susu nasional untuk kemasan 115 dan 125 mililiter itu baru 2,39 miliar atau 49,7 persen dari kebutuhan MBG secara keseluruhan,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Selasa.

Kemenperin mencatat tiga perusahaan yang telah melakukan peningkatan kapasitas maupun investasi baru untuk mendukung program MBG. Meski demikian, peningkatan kapasitas tersebut dinilai masih perlu terus diperkuat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan susu program MBG ke depan.

Menurut dia, pemerintah juga tengah mendorong koperasi untuk masuk ke sektor pengolahan susu guna memperluas kapasitas produksi susu dalam negeri.

“Kami sangat berharap industri pengolahan susu ini bisa bermitra dengan koperasi-koperasi dan memberikan pendampingan kepada koperasi-koperasi yang ingin melakukan pengolahan untuk pemenuhan susu MBG ini,” ujarnya.

Baca juga: Disperindag NTB menemukan pelanggaran HET elpiji bersubsidi di Lombok

Kementerian tengah menjalankan program restrukturisasi industri guna mendukung peningkatan kapasitas unit pengemasan (filling unit) pada industri pengolahan susu maupun koperasi yang ingin memproduksi susu siap saji dalam kemasan.

Melalui program tersebut, pemerintah memberikan penggantian biaya investasi hingga 35 persen untuk produk dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan hingga 25 persen untuk produk dalam negeri lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemenperin juga tengah melakukan digitalisasi rantai pasok susu segar nasional. Saat ini, terdapat sebanyak 96 tempat pengumpulan susu dari sembilan koperasi yang telah masuk dalam program digitalisasi pemerintah.

Baca juga: Kejagung-Abpednas memperkuat kerja sama kawal dana desa dan MBG

“Kami juga menyiapkan satu aplikasi yang semua koperasi-koperasi ini bisa mengirimkan data, sehingga kita mengetahui suplai real time susu-susu di 96 tempat pengumpulan susu ini,” ungkap Merrijantij.

Ia menyebut konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Berdasarkan data World Population Review 2022, konsumsi susu masyarakat Indonesia tercatat sebesar 17,76 liter per kapita per tahun, lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 42,49 liter, Singapura 46,1 liter, dan Vietnam 37,21 liter per kapita per tahun.

Ia menilai peringatan Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum untuk mendorong peningkatan konsumsi susu sekaligus penguatan industri susu nasional dari hulu hingga hilir.

Menurut Merrijantij, peningkatan konsumsi susu dan penguatan industri pengolahan susu nasional menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, ia menyebut Kemenperin bersama pelaku industri terus mendorong peningkatan kapasitas produksi susu nasional agar kebutuhan gizi masyarakat, termasuk untuk program MBG, dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026