Akses Jalan Peruak Naga Talonang kembali berfungsi

id Sumbawa Barat,Rusak parah

Akses Jalan Peruak Naga Talonang kembali berfungsi

Proses perbaikan akses jalan Peruak Naga Talonang yang sempat rusak parah akibat longsor dan erosi pada akhir 2018, kini sudah normal kembali. (Antara/HO-AMNT)

Mataram (ANTARA) - Akses jalan Peruak Naga Talonang yang sempat rusak parah akibat longsor dan erosi pada akhir 2018, kini sudah normal kembali.

Ruas jalan tersebut merupakan akses utama distribusi ekonomi bagi masyarakat di wilayah Sumbawa bagian Selatan dan Sumbawa Barat.
 
“10 bulan lalu jalan ini mengalami longsor yang cukup dalam karena curah hujan tinggi. Alhamdullilah sekarang jalannya sudah diperbaiki oleh Amman Mineral," Camat Sekongkang, Syaripuddin, Minggu.

Dirinya bersyukur jalan tersebut sudah diperbaiki dan berharap tidak terjadi lagi longsor seperti kejadian yang lalu. 

"Saat itu jalannya memang rusak parah, kendaraan roda empat tidak bisa lewat, hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat, dan itu pun harus hati-hati karena kondisinya sangat berbahaya,” katanya.
 
Sebelumnya, ruas jalan tersebut hanya berfungsi sekitar 20 persen karena mengalami longsor sepanjang 40 meter dan kedalaman 20 meter akibat cuaca dan curah hujan tinggi pada 2018. 

Minimnya fungsi ruas jalan tersebut sempat berdampak pada terganggunya transportasi dari dan ke Desa Talonang, serta aktivitas perekonomian masyarakat setempat. 

Perbaikan ruas jalan Tanjakan Naga di Desa Talonang, Kecamatan Sekongkang, menjadi salah satu program tanggung jawab sosial Amman Mineral di bidang infrastruktur pada 2019.
 
“Perbaikan jalan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan April yang lalu. Penanganan secara permanen oleh pemerintah memerlukan proses dan waktu yang belum bisa ditentukan, sehingga kami mengambil inisiatif untuk membantu dalam penanganan darurat agar jalan tersebut dapat tersambung dan segera dapat dilalui dengan aman,"
Syarafuddin Jarot, Senior Manager Tanggung Jawab Sosial Amman Mineral.

Selanjutnya, kata dia, untuk penyempurnaan jalan dan pemeliharaannya kami serahkan kepada pemerintah.
 
“Amman Mineral tetap berkomitmen untuk melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama dengan pemerintah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Selama tiga tahun keberadaan Amman Mineral, perusahaan telah menjalankan beberapa program PPM sambil terus melakukan kajian terhadap efektivitas dan kesinambungan program, guna memastikan setiap program dapat memberikan manfaat dan menjadi katalisator ekonomi lokal, katanya.
 
Amman Mineral mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau merupakan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang dikelola dengan senantiasa memastikan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
 
Pada Maret 2019, Amman Mineral meraih penghargaan Emas untuk kategori Tanggung Jawab Sosial subkategori Community Development and Sustainability dalam ajang “Public Relations Indonesia Awards” 2019 di Bandung.
 
Di tahun yang sama, yakni pada April 2019 perusahaan juga meraih 2 penghargaan sekaligus dalam “The 11th Asian Global CSR Summit and Good Governance Awards, yaitu penghargaan Platinum untuk kategori “Best Corporate Communications & Investor Relations (IR) Category” dan penghargaan Silver untuk kategori “Best Environmental Excellence Award” di Serawak, Malaysia, pada 4 April 2019
 
Amman Mineral telah tujuh kali memperoleh peringkat PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). PROPER Peringkat Hijau diberikan pada setiap perusahaan yang kinerjanya dinilai melebihi standar yang ditetapkan oleh KLHK atas berbagai aspek termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan dan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. (*)
 
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar