Mataram, 10/4 (ANTARA) - Desk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan, hingga kini konflik antarpendukung pasangan calon belum tampak dalam penyelenggeraan pesta demokrasi di tujuh kabupaten/kota di NTB.

   "Dari hasil pantauan Desk Pilkada NTB, dipastikan belum ada konflik antarpendukung pasangan calon dalam penyelengggeraan pilkada di tujuh daerah itu," kata Wakil Ketua Desk Pilkada NTB, Sirojul Munir, di Mataram, Sabtu.

   Munir yang masih menjabat Asisten Tata Pemerintahan Setda NTB itu juga menyimpulkan, sementara ini penyelenggaraan pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB berjalan aman dan lancar meskipun diwarnai berbagai aksi massa.

   Tujuh kabupaten/kota yang menggelar pemilu kepala daerah di wilayah NTB itu masing-masing Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, Sumbawa, Kabupaten Bima, Kota Mataram dan daerah otonom baru Kabupaten Lombok Utara (KLU).   
Namun, hanya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang melaksanakan pada tanggal 26 April 2010 untuk putaran pertama dan 5 Juli untuk putaran kedua.

   Pemilu kepala daerah di enam daerah otonom lainnya ditetapkan 7 Juni untuk putaran pertama dan 19 Juli untuk putaran kedua.

   "Sejauh ini aman damai, kalaupun ada riak-riak itu tidak mengarah kepada konflik antarpendukung pasangan calon," ujarnya.

   Munir yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) NTB itu mengaku telah menginstruksikan stafnya untuk terus memantau pelaksanaan pilkada di tujuh daerah itu.

   Setiap hasil pantauan selalu dilaporkan atau terekap petugas Desk Pilkada untuk ditindaklanjuti segera mungkin, jika kondisi menghendakinya.

   "Saya sudah minta tingkatkan pantauan, kalau rawan konflik dan butuh penanganan aparat keamanan segera hubungi polisi atau satuan TNI untuk membantu menanganinya," ujarnya.

   Sebelumnya, Kapolda NTB, Brigjen Polisi Arif Wachyunadi, berharap situasi keamanan selalu kondusif selama penyelenggaraan pilkada di tujuh daerah itu.

   Ia pun cenderung mengutamakan upaya koordinasi agar setiap gangguan kamtibmas yang mencuat segera tertangani hingga tuntas.

   Namun, jika dikehendaki Polda NTB dapat menurunkan berbagai peralatan khusus (alsus) seperti kendaraan penghalau aksi anarkis dan senjata melumpuhkan perusuh, demi kesuksesan pengamanan pemilu kepala daerah di tujuh lokasi itu.

   Kendaraan dimaksud yakni "water canon" berbagai fungsi, truk Dalmas dan kendaraan taktis (rantis) serta kendaraan operasional Polri lainnya.

   Sementara senjata melumpuhkan perusuh dan provokator antara lain, "peper ball", senjata laras panjang untuk melumpuhkan perusuh dengan tiga jenis peluru yakni peluru kejut, peluru pedas (merica) dan peluru berisi gas air mata dengan jangkauan efektif 10-15 meter.

   Senjata khusus lainnya yakni "Sun Ray X-1", senjara laras pendek yang juga dilengkapi tiga jenis peluru melumpuhkan perusuh dan tegangan listrik berkekuatan 70 ribu Volt untuk melumpuhkan provokator atau koordinator perusuh.

   "Peralatan dan penembak jitu memang ada, tetapi kami yakin belum perlu karena masyarakat NTB masih mendambakan kedamaian dan ketentraman selama pelaksanaan pemilu kepala daerah itu," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026