Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep pembangunan kampung nelayan modern di Kelurahan Bintaro, Ampenan, sebagai salah satu langkah konkret meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Emir Rumair di Mataram, NTB, Senin, mengatakan Kelurahan Bintaro dipilih karena semua potensi kegiatan perikanan ada di daerah tersebut.

"Kegiatan perikanan dari hulu hingga hilir terpusat di Bintaro. Mulai dari tangkap, pengolahan, pasar ikan dan lainnya," katanya.

Selain itu, di Bintaro juga terdapat rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan yang mendukung untuk mewujudkan konsep pembangunan kampung nelayan modern dan terpadu.

Baca juga: Warga Kampung Nelayan di Mataram menerima bansos Polri Peduli COVID-19

Kampung nelayan modern tersebut, katanya, ke depan akan didesain sedemikian rupa termasuk menciptakan sentra pengolahan ikan pindang, pasar ikan bersih, hingga kuliner ikan pesisir.

Pada sentra kuliner ini, masyarakat atau pengunjung bisa memilih jenis ikan sesuai selera untuk kemudian dimasak langsung oleh nelayan dan disantap sambil menikmati deburan ombak di pesisir pantai.

"Target kita ke depan, potensi ini bisa menjadi sebuah destinasi pariwisata pantai unggulan di daerah ini," katanya.



Untuk melaksanakan program tersebut, katanya, DKP Kota Mataram telah mengusulkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 Kota Mataram.

Dengan demikian, rencana program itu akan dilaksanakan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anggaran.

"Target kita selain dapat memperdayakan nelayan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang potensial," katanya.

Lebih jauh, Emir mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, DKP juga telah memfasilitasi pembentukan dua koperasi nelayan.

"Satu koperasi di bagian utara dan selatan. Keberadaan koperasi ini dapat membantu kebutuhan nelayan dalam mengembangkan usaha termasuk ketika cuaca ekstrem," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2024