Mataram (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menggalang donasi bagi korban banjir yang melanda kota itu pada Minggu (6/7).
Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana di Mataram, Selasa, mengatakan, penggalangan donasi tersebut dilakukan murni secara mandiri di luar program pemerintah kota.
"Ide menggalang donasi itu spontan kami lakukan karena melihat kondisi korban banjir yang masih membutuhkan bantuan," katanya.
Karena itu, setelah mendapat izin dari kepala daerah, mulai Senin (7/7) tiga organisasi wanita di Mataram yakni PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Dharma Wanita melakukan penggalangan donasi dimulai dari saudara, keluarga, dan teman-teman secara mandiri.
"Kami bekerja sama untuk mencari donatur dari luar pemerintah. Pemerintah Kota Mataram fokus melakukan evakuasi dan penanganan banjir, kami membuka donasi," katanya.
Baca juga: Banjir Mataram, Pemprov NTB tetapkan status darurat bencana
Pada hari pertama penggalangan donasi sampai Senin malam Sekretariat TP PKK Kota Mataram berhasil menghimpun bantuan berupa sembako, peralatan mandi, pempers, pembalut, pakaian dalam, alas tidur, dan lainnya.
Semua donasi yang masuk langsung dicatat secara rapi baik itu jenis, jumlah, dan sumber donasi. Karena itulah, PKK menyiagakan petugas khusus untuk mencatat dan mendokumentasikan donasi yang diberikan.
Sementara untuk pendistribusian, dilakukan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram sesuai dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan laporan aparat kelurahan setempat.
Donasi yang masuk, lanjut Kinnastri, akan didistribusikan setiap malam supaya tidak menumpuk, sebab pada hari berikutnya masuk lagi donasi baru yang akan didistribusikan pada malam harinya.
Baca juga: Gubernur NTB: Sapi afkir jadi solusi pangan warga terdampak banjir
Ia menargetkan,l pembukaan donasi bagi korban banjir akan berlangsung selama satu minggu karena masih banyak kebutuhan warga yang terdampak.
Kebutuhan mendesak korban banjir antara lain pakaian, alas tidur, dan kompor, sebab korban banjir belum bisa beraktivitas seperti biasa.
Selain menunggu donasi, lanjutnya, TP PKK juga siap melakukan jemput bola ketika ada donatur yang tidak bisa datang mengantar ke Posko Bantuan Peduli Bencana Alam Banjir Kota Mataram yang berada di areal Pendopo Wali Kota Mataram.
Baca juga: Belasan warga dilarikan ke rumah sakit akibat banjir di Mataram
Posko tersebut menjadi satu kesatuan dengan Posko Tanggap Darurat Bencana 2025 Kota Mataram, yang juga membuka layanan kesehatan gratis bagi korban dan petugas, serta membuka dapur umum untuk para pengungsi serta masyarakat yang belum bisa memasak karena keterbatasan peralatan.
"Kami juga ada menerima donasi berupa uang tunai, yang kemudian kami belanjakan untuk kebutuhan korban banjir. Donasi kami terima bisa dalam bentuk barang atau dana," katanya.
Baca juga: Banjir Mataram terparah sejak 40 tahun terakhir, kata Gubernur NTB