Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, tidak semua gigitan anjing secara otomatis disimpulkan masuk menjadi kasus rabies.

"Orang yang terkena gigitan anjing belum tentu positif rabies," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan, karena selama ini masih banyak warga yang menganggap setiap gigitan anjing pasti mengarah pada rabies. Padahal, diagnosis rabies harus didukung oleh hasil observasi klinis dan laboratorium.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak langsung panik saat mengalami atau melihat kejadian gigitan anjing tapi harus langsung ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan serum anti rabies.

Baca juga: 64 kasus gigitan anjing terjadi di Mataram sejak Januari-Juli 2024

Dikatakan, dalam hal itu penting bagi warga untuk mengetahui bahwa anjing yang menggigit harus terlebih dahulu diamati dan diperiksa kesehatannya, sebelum dinyatakan sebagai pembawa virus rabies.

Pemeriksaan medis dan observasi perilaku hewan merupakan bagian penting dalam prosedur penanganan gigitan hewan penular rabies (HPR) sesuai dengan protokol penanganan.

"Setiap tahun kami ada temuan kasus gigitan anjing, tapi gigitan anjing ini belum tentu rabies," katanya.

Baca juga: Polisi imbau warga Dompu NTB waspada gigitan anjing rabies

Tapi hal yang paling penting dilakukan masyarakat yang kena gigitan anjing adalah segera melapor ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan awal seperti pemberian vaksin anti rabies.

Di sisi lain, Dinkes Mataram mengimbau warga untuk menjaga hewan peliharaan agar tidak berkeliaran bebas serta memastikan hewan tersebut telah mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.

"Apalagi di kawasan perkotaan didominasi anjing peliharaan. Pemilik anjing peliharaan harus rutin periksa kesehatan dan memberikan vaksin," katanya.

Baca juga: Waspada gigitan anjing di Dompu: Ny Harjah pun jadi korban

Vaksin anti rabies setiap tahunnya diberikan dan disiapkan di 11 puskesmas se-Kota Mataram. Vaksin itu bantuan dari Kementerian Kesehatan dengan sistem droping dari Dinas Kesehatan Provinsi.

"Jumlah vaksin yang diberikan, tergantung permintaan dari masing-masing fasilitas kesehatan," katanya.

Baca juga: Imbau warga digigit anjing segera disuntik VAR
Baca juga: Distan Mataram mengimbau warga lapor kasus gigitan anjing
Baca juga: Warga Seteluk Sumbawa Barat jadi korban gigitan anjing liar