Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan sejumlah alat berat di lokasi bencana banjir Dusun Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

"Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memerintahkan Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman NTB mengirimkan alat berat dengan fokus penanganan jangka pendek untuk pembersihan sedimentasi sungai, pengerukan saluran dan drainase, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) sekaligus Juru Bicara Gubernur NTB Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan informasi dari Plt Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Pemukiman Budi Herman, alat berat berupa ekskavator dan truk pengangkut material yang telah beroperasi sudah diturunkan untuk mengatasi dampak kerusakan infrastruktur dan normalisasi kondisi lingkungan pasca-bencana dilakukan percepatan untuk pemulihan aktivitas warga terdampak serta mengantisipasi penyakit akibat lingkungan yang rusak.

Pemprov NTB dalam beberapa hari ini, katanya, telah melakukan aksi penanganan bencana mulai dari penanganan segera dengan mengirimkan logistik bantuan primer bagi korban sampai dengan menaikkan status tanggap darurat bencana di beberapa daerah, agar penanganan bencana hidrometerologi seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima, dan Dompu, dapat berdampak segera pada pemulihan kondisi warga.

"Dalam hal mitigasi bencana jangka panjang, Pemprov NTB juga telah menyiapkan langkah dan rencana dalam penyelamatan lingkungan yang ditengarai menjadi penyebab bencana banjir, seperti kondisi perbukitan dan aktivitas tambang rakyat di sekitar lokasi," katanya.

Baca juga: Gubernur Iqbal: Penanganan banjir di Lombok Barat bertahap

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada Rabu (14/1) sudah meninjau lokasi dan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah

Dalam kunjungan itu Gubernur NTB, berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk dengan kepala desa dan masyarakat setempat, terkait bagaimana permasalahan-permasalahan yang dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir dan mencari solusi bersama dalam penanganannya.

Selain itu Gubernur NTB juga menyerahkan bantuan logistik berupa paket sembako, mi instan, air mineral, tikar, dan logistik lainnya.

Berdasarkan data terakhir, bencana banjir yang terjadi pada 13 Januari 2026 itu mengakibatkan 1.047 Kepala Keluarga (KK) terdampak di Lombok Barat dan 300 KK di Lombok Tengah.

Pemprov  NTB terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, termasuk bantuan logistik, layanan kesehatan, dan upaya pemulihan infrastruktur.

Kunjungan lapangan itu diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dan masing-masing perangkat daerah serta menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah-langkah penanganan dan pemulihan pasca-bencana bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir.

Baca juga: Gubernur NTB tekankan pembenahan hulu untuk cegah banjir berulang
Baca juga: Empat kabupaten di NTB dilanda banjir dan angin kencang pada Selasa