Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Pendidikan menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendukung sukses dan lancarnya kegiatan uji coba lima hari sekolah di kota itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Jumat, mengatakan selama uji coba lima hari sekolah sejak awal Januari 2026, pemberian MBG disesuaikan dengan jam makan siang.

"Anak-anak sarapan di rumah, makan siang di sekolah karena mereka pulang satu jam lebih lambat dibandingkan enam hari sekolah," katanya.

Untuk mengoptimalkan pemberian MBG kepada siswa saat lima hari sekolah, lanjutnya, sudah dilakukan koordinasi dengan semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG se-Kota Mataram.

Baca juga: Mataram menuju sekolah lima hari permanen

Dengan mengatur kembali pengiriman MBG ke sekolah yang biasanya untuk sarapan sekitar pukul 09.00 Wita sampai 10.00 Wita, kata dia, kini menjadi pukul 11.00 Wita sampai 12.00 Wita.

"Alhamdulillah, sejauh ini hasil evaluasi kami uji coba lima hari sekolah dan jadwal pemberian MBG berjalan lancar sesuai rencana," kata Yusuf.

Lebih jauh Yusuf mengatakan uji coba lima hari sekolah saat ini sudah dilaksanakan masif pada semua tingkatan pendidikan dasar yakni SD dan SMP se-Kota Mataram.

Pada awal uji coba, kata dia, lima hari sekolah di tingkat SD belum dilaksanakan secara masif dan diuji coba pada beberapa sekolah di enam kecamatan se-Kota Mataram.

"Tapi sekarang semua sudah dilaksanakan masif baik tingkat SD maupun SMP," kata Yusuf.

Baca juga: Program lima hari sekolah, Siswa di Mataram dapat dua jatah MBG setiap Jumat

Sedangkan untuk TK, menurutnya, sejauh ini belum ada kesepakatan lima hari sekolah karena dikhawatirkan guru-guru TK akan pulang juga sekitar pukul 16.00 Wita.

"Karena itulah lima hari sekolah untuk tingkat TK, belum dilaksanakan," katanya.

Kendati demikian, tambahnya, program lima hari sekolah belum bisa dipermanenkan karena harus dilakukan penyiapan regulasi dalam bentuk peraturan daerah (perda).

"Karena itu kami segera menyiapkan regulasi untuk permanenkan program lima hari sekolah," katanya.

Baca juga: Wali Kota Mataram harap lima hari sekolah batasi penggunaan HP anak