Mataram (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menyebar 35 posko guna mengamankan libur Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung dalam giat Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026.

"Jumlah semua posko ini ada 35 pos, 18 itu ada pos pengamanan, sepuluhnya pos pelayanan, dan tujuh pos terpadu," kata Kapolda NTB Inspektur Jenderal Polisi Edy Murbowo di Mataram, Jumat.

Dia menyampaikan bahwa seluruh posko ini memiliki tugas dan fungsi berbeda. Untuk pos terpadu, jelas dia, akan berisi personel gabungan dengan sejumlah instansi terkait pengamanan.

"Misal, seperti di Pelabuhan Lembar, Kayangan, kemudian di terminal, itu pasti melibatkan semua unsur," ujarnya.

Baca juga: Kapolda NTB imbau takbiran di masjid, jaga toleransi

Kalau pada pos pengamanan, lebih banyak penempatan personel kepolisian dan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pamswakarsa).

Dengan jumlah titik yang lebih dominan, sebagian besar pos pengamanan ini akan bertugas berdasarkan regional pengamanan.

"Seperti nanti kalau di pemukiman pada saat satkamling, supaya rumah-rumah yang ditinggalkan kosong itu tetap ada yang jaga," ucap dia.

Perihal informasi TNI yang melakukan siaga satu, Kapolda NTB menganggap pengamanan dalam giat Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 ini juga menjadi bagian dari siaga satu di pihak kepolisian.

"Jadi, kalau polisi sudah siaga satu toh mas, orang lebaran, kita harus amankan warga masyarakat. Soal itu (siaga satu) 'kan kebijakan di TNI, kita harus menghormati, dan kita senang itu, berarti kita banyak temannya untuk mengamankan lebaran," kata Kapolda NTB.

Baca juga: Waspadai!! Tiga titik rawan kecelakaan jalur mudik di NTB