Mataram (ANTARA) - Sejumlah anggota DPRD Nusa Tenggara Barat mendorong PT Gerbang NTB Emas (GNE) selaku BUMD melakukan ekspansi usaha dengan bekerja sama menggandeng Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Tantangan ke depan PT GNE harus bisa melakukan identifikasi dan diversifikasi jenis usahanya, dan itu perlu kreatifitas, kira-kira fokus-nya mau bisnis apa?," kata Anggota Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD NTB, Akhdiansyah di Mataram, Rabu.

Hal ini diutarakan para wakil rakyat Udayana menyikapi direksi dan komisaris baru PT GNE yang telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT GNE disaksikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (28/4).

Tiga nama direksi baru PT GNE itu, yakni Yuyud Indrayudi sebagai Direktur Utama, Sulman sebagai Direktur Keuangan dan Suhaimi sebagai Direktur Operasional. Sementara Komisaris Utama dijabat oleh Izzuddin Mahili, dan Muhammad Ihwan serta Lalu Aksar Ansori sebagai komisaris.

Ia mengatakan sebagai BUMD yang memiliki sejarah panjang, PT GNE memiliki potensi untuk bangkit dan berkontribusi dalam meningkatkan fiskal daerah. Terlebih lagi, adanya suntikan anggaran Rp8 miliar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB seharusnya perusahaan plat merah tersebut bisa stabil dan melaju kencang bagi daerah.

"PT GNE harus meninggalkan gaya lama yang hanya berfokus pada usaha konstruksi (vaping blok dan batako). Kalau mau tetap batako ya paling tidak batako-nya standar SNI. Tapi, bagaimana pun ke depan PT GNE harus melakukan ekspansi bisnis, misalnya proyek di daerah yang dibiayai APBD dan APBN," terang anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) VI meliputi Kabupaten Dompu, Bima, dan Kota Bima ini.

Baca juga: DPRD dorong BUMD NTB ekspansi usaha dengan Kopdes dan MBG

Menurutnya, PT GNE harus mengambil peluang seluas-luasnya mengambil peran lain di luar usaha konstruksi. Salah satunya, menjajaki peluang kerjasama dengan BGN melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan program unggulan dan prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"MBG dan Kopdes Merah Putih ini potensial kalau PT GNE serius ingin dalam berkontribusi peningkatan fiskal daerah khususnya PAD. Ada banyak peluang yang bisa di kerjasama-kan di situ (MBG dan Kopdes)," tandas Guru To'i sapaan akrabnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurullah atau yang akrab disapa Aji Maman. Ia mengatakan PT GNE sudah waktunya meninggalkan usaha lama yang hanya berusaha di bisnis pasir dan semen (vaping blok).

Baca juga: Direksi BUMD PT GNE NTB siap benahi tata kelola dan bisnis perusahaan

Menurutnya PT GNE juga harus ekspansi bisnis-nya ke usaha yang lebih potensial.

"Harus ekspansi dong "core" bisnis-nya jangan hanya semen, pasir aja bersaing dengan usaha masyarakat," ucapnya.

Dikatakan Aji Maman, PT GNE di bawah direksi yang baru harus segera melakukan pembenahan secara menyeluruh mulai dari keuangan, transaksi, manajemen, sistem, prosedur operasional hingga core bisnis-nya.

"Kalau hanya vaping blok, semua orang juga bisa tanpa perusahaan. Jadi itu harus dibenahi dulu," tegasnya.

Sementara itu, terkait peluang kerjasama dalam program MBG dan Kopses Merah Putih, Aji Maman menilai peluang itu potensial dijajaki oleh PT GNE. Pendistribusian hasil produk lokal mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan bisa dilakukan melalui BUMD.

"Bisa saja, itu bagus. Bagaimana hasil masyarakat, petani dan nelayan itu bisa didistribusikan, nanti yang menaunginya adalah BUMD," katanya.