Israkhansa lahir di kota Coventry, Inggris, kotanya pujangga Shakespeare pada musim dingin, Oktober 2002. Gadis milenial yang masih duduk di bangku kelas 3 SMAN 14 Jakarta ini sudah menerbitkan buku berjudul “ Usai Sebelum Dimulai” (2019) serta beberapa puisinya di sejumlah media massa.
Israkhansa juga menyukai dunia musik, melukis, dan menulis. Ia menulis sejak SMP. Ia dapat
dijumpai di israkhansa@yahoo.co.uk.
Berikut ini lima puisinya yang sangat menggugah
*Puisi 1*
sudah kukatakan,
kemarinmu telah usang.
bahkan, ia sudah enggan
untuk sekadar menanti pangerannya datang.
berbicara mengenai kapan ia kembali,
mungkin juga tidak akan pernah terjadi.
sebab, kau sendiri tahu jawabannya,
siapa yang lebih dulu meninggalkan.
*Puisi 2*
di antara bilik-bilik rindu,
perihal tentangmu
tak lagi aku malu-malu
mengaminkan dengan syahdu.
*Puisi 3*
Seperti bulan yang tenggelam,
di matamu aku menemukan pulang.
Jalan yang membuatku mengerti ;
mengapa rindu datang,
setiap kali aku terpejam.
*Puisi 4*
kumandang itu berhasil disuarakan.
dari manusia biasa bahkan sampai pujangga ;
dari yang tidak beralaskan apa-apa sampai mahasiswa ;
dari usia belia sampai paruh baya, pun lanjut usia, bersorak sorai dalam sujud sederhananya.
mengharap rentetan panjatnya menembus ke syurga ; berandai penghuni sana mau mengamini doa
baiknya.
tetapi Tuhan menyapunya mundur -- memastikannya kembali berusaha walau pandangan mulai kabur.
sampai sini, ia paham :
bahwa sujud tak mengenal usia -- karena syarat mati pun, tidak harus tua.
*Puisi 5*
bumi meluruh.
menimbul-tenggelamkan setitik wajahnya di permukaan.
mengintip perlahan, tentang apa-apa yang diperlukan.
tapi nihil.
jari-jari kaki itu berjinjit ; tulang-tulang itu malah menegap.
dengan angkuh ia tegak berdiri,
melewati hari-hari dengan penuh sinerginya sendiri.
katanya, ia tak perlu itu.
ia tak butuh apa-apa yang meragu ;
apa-apa yang nihil mutu.
ia hanya butuh dirinya sendiri, untuk maju.
begitulah kiranya orang-orang memanggilnya,
si apatis --
yang menjuluki dirinya sendiri, realistis.
(Jakarta, November 2020)
Pewarta : Antara*
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026