Mataram, 29/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan program "Visit Lombok Sumbawa 2012", pada 6 Juli 2009, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, peluncuran Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012 itu merupakan momen bersejarah karena dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono yang saat itu genap berusia 56 tahun.
Kehadiran Ibu Negara itu bukan untuk merayakan hari ulang tahunnya namun untuk menobatkan 10 putri mutiara dari berbagai daerah di Indonesia yang acaranya dirangkai dengan peluncuran VLS 2012.
Sepuluh putri mutiara itu berasal dari NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Yogyakarta, Jakarta, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Maluku, dan Papua. Mereka bertugas mempromosikan VLS 2012 sekaligus Tahun Kunjungan Indonesia atau Visit Indonesian Year (VIY).
Optimistis pemerintah dan pelaku pariwisata NTB untuk mengejar target VLS yakni satu juta kunjungan wisatawan di akhir 2012 semakin menguat ketika Presiden Yudhoyono menyatakan bahwa Pulau Lombok merupakan salah satu daerah pariwisata strategis yang harus dikembangkan untuk mendukung pencapaian target VIY secara berkelanjutan.
"Lombok merupakan daerah strategis pariwisata diluar Bali, Insya Allah pemerintah akan terus mendorong pengembangannya," kata Presiden di hadapan ratusan pelaku pariwisata di wilayah NTB yang saat itu memadati lokasi peluncuran VLS 2012.
SBY juga memposisikan VLS itu sebagai bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menggali potensi wisata kemudian mempromosikannya.
Karena itu, ia meminta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik untuk mengkoordinasikan dengan berbagai pihak terkait guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah NTB.
Kepala Negara pun mengaku sengaja mengikutsertakan sejumlah menteri terkait dalam acara peluncuran VLS 2012 itu agar dapat langsung menindaklanjuti momen pengembangan sektor kepariwisataaan itu.
Selain Menteri Kebudayaam dan Pariwisata (Menbudpar), ikut dalam rombongan Presiden dan Ibu Negara yakni Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Negara Koperasi dan UKM, Menkominfo, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, dan Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu.
Pemprov NTB juga merasa yakin target VLS 2012 sebanyak satu juta wisatawan itu bukan perkara sulit jika merujuk kepada tren peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara sejak 2006 hingga kini.
Versi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, angka kunjungan wisatawan ke wilayah NTB pada 2006 tercatat sebanyak 426.577 orang, terdiri dari 179.666 orang wisatawan mancanegara dan 246.911 orang wisatawan nusantara.
Jika dibandingkan dengan angka kunjungan wisatawan tahun sebelumnya, mengalami peningkatan sebesar 3,30 persen.
Selanjutnya, angka kunjungan wisatawan pada 2007 tercatat sebanyak 457.209 orang, terdiri dari 200.170 orang wisatawan mancanegara dan 257.209 orang wisatawan Nusantara. Terjadi peningkatan 3,40 persen jika dibandingkan dengan angka kunjungan wisatawan 2006.
Angka kunjungan wisatawan pada 2008 tercatat sebanyak 545.501 orang, terdiri dari 213.926 orang wisatawan mancanegara dan 330.575 orang wisatawan nusantara. Terjadi peningkatan yang sangat signifikan yakni sebesar 19,04 persen jika dibandingkan dengan angka kunjungan wisatawan 2007.
Enam bulan setelah peluncuran VLS 2012 atau di penghujung 2009, Disbudpar NTB mencatat angka kunjungan wisatawan di tahun itu sebanyak 619.370 orang, terdiri dari 232.525 orang wisatawan mancanegara dan 386.845 orang wisatawan nusantara.
Lagi, Disbudpar NTB mencatat adanya peningkatan angka kunjungan wisatawan yang cukup signifikan yakni 13,75 persen jika dibandingkan dengan angka kunjungan wisatawan 2008.
Pada Senin (27/12), Disbudpar NTB yang masih dipimpin Lalu Gita Aryadi, kembali mengklaim adanya peningkatan angka kunjungan wisatawan ke wilayah NTB.
Dia menyebut angka kunjungan wisatawan sejak Januari hingga Nopember 2010 tercatat sebanyak 662.717 orang, terdiri dari 262.051 orang wisatawan mancanegara dan 400.666 orang wisatawan nusantara.
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 700 ribu orang sesuai arahan Gubernur KH. M. Zainul Majdi.
Dasar peningkatan target kunjungan wisatawan itu, yakni laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang mengalami peningkatan setiap bulan.
Alasan lainnya yakni hasil testimoni yang menyatakan TPK hotel berbintang rata-rata meningkat hingga mencapai 80 persen setiap bulan dalam beberapa bulan terakhir ini.
Juga alasan fakta-fakta seperti kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), acara museum, forum komunikasi (forkom) dan kegiatan lainnya yang dapat memacu peningkatan angka kunjungan wisatawan.
Aryadi optimistis target kunjungan wisatawan selama 2010 itu akan terpenuhi, karena diproyeksi jumlah kunjungan di bulan Desember cukup banyak.
Selain masa liburan, juga akhir tahun merupakan masa puncak kunjungan wisatawan baik ke Pulau Lombok maupun Sumbawa.
"Harapan kami bisa tercapai, akhir tahun merupakan puncak kunjungan wisatawan, meskipun cuaca terkadang ekstrim," ujarnya.
Target selanjutnya
Diyakini target kunjungan wisatawan 2010 sebanyak 700 ribu bakal tercapai, Aryadi dan jajarannya di Disbudpar NTB menargetkan kunjungan wisatawan di 2011 sebanyak 850 ribu orang atau meningkat 15 persen dari target 2010.
Tentu Disbudpar NTB juga menargetkan peningkatan 15 persen di 2012 dari target 2011 sehingga target VLS sebanyak satu juta orang juga dapat dicapai.
Menurut Aryadi, untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang meningkat secara gradual setiap tahun itu, pihaknya akan memperbanyak wisata MICE.
Wisata MICE yang diagendakan di 2011 antara lain temu menteri pariwisata se-ASEAN, dan pertemuan Federation International Art Photographique (FIAP) 2011 di Indonesia, yang dijadwalkan Juli mendatang.
FIAP merupakan pertemuan para fotografer dunia dan kegiatan itu akan mendatangkan sedikitnya 200 orang fotografer dunia ke Indonesia.
"Wisata MICE lainnya yakni penyelenggaraan Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari (FIPOB) ke-6 yang dijadwalkan Juli 2011, yang akan diikuti berbagai provinsi di Indonesia," ujarnya.
Selain itu, wisata budaya juga akan diperbanyak untuk mencapai target kunjungan wisatawan di 2011 itu.
Wisata budaya dimaksud antara lain Festival Mualid Nabi Nasional, dan even-even budaya di 10 kabupaten/kota di wilayah NTB yang digelar secara rutin.
Hanya saja, Pemprov NTB sangat berharap Bandara Internasional Lombok (BIL) yang sudah hampir rampung pembangunannya dapat dioperasionalkan paling lambat pertengahan 2011.
"Dengan dioperasionalkannya BIL, maka sangat mungkin akan ada penerbangan langsung dari Jepang, Cina dan Timur Tengah, ke Pulau Lombok. Juga akan diperjuangkan penerbangan langsung Kupang-Lombok agar wisatawan Timor Leste dapat bepergian ke NTB," ujar Aryadi.
Demikian pula, penerbangan langsung Makassar-Lombok dan Balikpapan-Lombok, yang juga tengah diperjuangkan.
Harapan lainnya, yakni segera dibangunnya gedung konvensi internasional yang direncanakan akan dibangun di Mataram, dan berbagai penataan infrastruktur pendukung pariwisata.
"Infrastruktur jalan harus bagus, destinasi juga harus penuhi standar sapta pesona dan kondisi keamanan yang harus kondusif agar membetahkan wisatawan," ujarnya.
Sumber data
Aryadi mengatakan angka realisasi kunjungan wisatawan versi Disbudpar NTB itu diperoleh dari hasil pencatatan di berbagai pintu masuk kunjungan wisata ke wilayah NTB, yang telah dikompilasi dengan data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang versi BPS.
Namun, para wartawan yang mendengar penjelasan kunjungan wisatawan ke wilayah NTB itu mempertanyakan validitas data tersebut karena Aryadi tidak bisa menunjukkan alasan kuat yang mendasari angka realisasi kunjungan wisatawan itu.
Bahkan, Disbudpar NTB tidak memiliki data valid tentang jumlah kunjungan wisatawan nusantara selaku peserta wisata MICE.
"Belum ada data itu, tapi secara nasional kunjungan wisata MICE berkisar antara 20-30 persen," ujarnya menanggapi pertanyaan tentang jumlah peserta MICE selama 2010 yang diklaim Pemprov NTB jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Lalu, darimana munculnya angka-angka realisasi kunjungan wisatawan yang diklaim Disbudpar NTB terus meningkat hingga mendekati target VLS 2012 sebanyak satu juta orang itu?. Padahal, semua peserta MICE dari luar NTB semestinya terdata secara jelas sebagai wisatawan nusantara.
Mungkinkah, angka kunjungan wisatawan ke wilayah NTB itu hanya sekadar disusun mengikuti tren peningkatan agar memenuhi harapan Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi dan Wakilnya Badrul Munir?. Semoga tidak bernuansa Asal Bapak Senang (ABS).
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Awan Aswinabawa, yang duduk berdampingan dengan Aryadi, juga mengakui, data valid tentang jumlah peserta wisata MICE belum dimiliki.
"Belum ada," ujar Awan singkat ketika sejumlah wartawan secara bersamaan memintanya mempertegas validitas data realisasi kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok dan Sumbawa serta pulau-pulau kecil (gili).
BPPD merupakan lembaga baru yang dibentuk dengan Surat Keputusan Gubernur NTB, sebagai pengganti Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa (BPPLS) atau yang lebih dikenal dengan Lombok Sumbawa Promo (LSP) yang dibubarkan karena kepengurusannya bermasalah.
Salah satu masalah yang mencuat yakni keterlibatan pejabat daerah dalam kepengurusan Badan Promosi Pariwisata NTB itu sehingga dianggap menyalahi aturan yang berlaku.
Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata, yang antara lain melarang pejabat daerah terlibat dalam kepengurusan badan promosi daerah itu.
Karena itu, dibentuk BPPD yang betugas membantu pemerintah daerah mempromosikan pariwisata NTB.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB Ni Kadek Adi Mantri, yang mewakili pimpinannya untuk menyampaikan keterangan pers, juga mengakui pihaknya belum memiliki data realisasi kunjungan wisatawan ke wilayah NTB selama 2010.
"Tentu kami tidak bisa mengumumkannya, apalagi BPS hanya mendata wisatawan yang menghuni hotel berbintang. Biasanya diasumsikan penghuni hotel berbintang penuh baru hotel nonbintang didata," ujar Kadek Mantri.
Sebagai pembanding, versi BPS NTB, jumlah wisatawan penghuni hotel berbintang selama 2008 sebanyak 180 ribu orang lebih yang mengalami peningkatan menjadi sebanyak 212.354 orang di 2009 atau meningkat 13,79 persen.
Menurut Kadek, jumlah kunjungan wisatawan selama 2010 belum bisa diumumkan karena masih tersia dua bulan terakhir yakni Nopember dan Desember, yang belum terekap.
Namun jika mengacu kepada angka kunjungan di tahun sebelumnya, diasumsikan kunjungan wisatawan pada Nopember 2010 dapat mencapai 19.172 orang dan pada Desember sebanyak 20.365 orang.
"Dari asumsi itu diperkirakan peningkatan kunjungan wisatawan selama 2010 dapat mencapai 21 persen. Tapi, itu hanya dari TPK hotel berbintang, belum termasuk TPK hotel nonbintang," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026