Polresta Mataram tangkap terduga pengedar sabu

id peredaran narkoba,polresta mataram,terbelit biaya melahirkan

Polresta Mataram tangkap terduga pengedar sabu

Penyidik memeriksa terduga pengedar sabu asal Hian Tubuh berinisial IMD (kanan) di Mapolresta Mataram, Kamis (21/10/2021). (ANTARA/HO-Polresta Mataram)

Mataram (ANTARA) - Tim Satresnarkoba Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang terduga pengedar sabu asal Abian Tubuh berinisial IMD (22).

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama di Mataram, Kamis, mengatakan, IMD ditangkap berdasarkan hasil penelusuran informasi di lapangan.

"Terduga kami tangkap dengan barang bukti poketan sabu yang ditemukan dari hasil penggeledahan badan," kata Yogi.

Barang bukti tersebut berupa satu bungkus rokok yang didalamnya berisi lima poket sabu siap edar dengan berat bruto 7,25 gram. Telepon genggam, kartu ATM, serta kendaraan roda dua milik IMD turut disita.

Yogi mengungkapkan, IMD ditangkap bersama dua pria lainnya yang kini masih berstatus saksi. Keduanya turut ditangkap karena terindikasi akan membeli sabu dari IMD.

"Kita turut amankan dua orang lainnya untuk dalami peran, karena itu statusnya masih sebagai saksi," ucapnya.

Untuk hasil pemeriksaan penyidik, IMD mengaku perannya menjual sabu. Alasannya untuk memenuhu kebutuhan istrinya yang sedang hamil tua.

"Dia juga mengumpulkan uang dari hasil jual sabu ini untuk persiapan melahirkan istrinya," kata Yogi.

Alasan itu menjadi tameng IMD karena sudak tidak lagi bekerja. Sebelumnya IMD mengaku bekerja di toko bangunan. Dia diberhentikan karena pemilik toko tak lagi mampu menggajinya.

"Jadi berhenti kerja di toko bangunan, IMD ini mencoba bisnis narkoba. Dengan modal Rp3 juta, dia beli sabu dan ecer kembali untuk dijual," ujarnya.

Meskipun alasan demikian, namun pihak kepolisian tetap memproses hukum IMD berdasarkan barang bukti narkoba hasil penangkapannya.

Karena itu, kini Yogi ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 112 Ayat 1 dan atau Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021