Mataram, (ANTARA) - Sejumlah warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya mengejar penghasilan tambahan dengan cara menjadi bagian dari pendukung partai politik yang menggelar kampanye asal diberi upah.
  Sahabudin (42), misalnya, warga Kota Mataram, yang berprofesi sebagai kusir cidomo (kendaraan angkutan yang mengandalkan tenaga kuda), mengaku ikut dalam kampanye dialogis yang digelar di Gelanggang Pemuda dan Olahraga Mataram, Selasa siang, karena dijanjikan imbalan Rp20.000.
  "Saya sudah sering ikut kampanye parpol yang berbeda-beda karena ada uang upahnya. Biasanya saya pastikan lebih dulu sebelum bergabung dengan massa parpol itu," katanya.
  Selain mendapatkan uang dari kegiatan kampanye parpol, Sahabudin juga mengaku mendapatkan penghasilan tambahan dari jasa pemasangan bendera parpol dan baliho calon anggota legislatif.
  "Nilai uang upah yang diberikan tergantung parpolnya. Kalau parpolnya banyak uang pasti jumlahnya banyak, sedangkan untuk pemasangan bendera bisa Rp20.000 sampai Rp50.000 tergantung tingkat kesulitannya seperti memasang di atas pohon," katanya.
  Hal senada juga dikatakan Rahman (21). Dengan mengikuti kegiatan kampanye bisa mendapatkan uang meskipun hanya Rp20.000 untuk sekali kampanye.
  "Uang itu cukup berarti bagi saya yang masih pengangguran. Kalau diajak setiap hari dan ada upahnya 'kan lumayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari," katanya.
  Dia mengatakan, sebagian uang yang diberikan itu dipergunakan untuk membeli bahan bakar kendaraan yang dipakai untuk berkampanye sisanya untuk membeli kebutuhan yang lain.
  "Uang itu saya pakai membeli bensin satu liter, sebagiannya lagi dimasukin kantong buat beli barang yang lain," katanya. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026