Panorama alam yang indah dan gugusan pulau-pulau yang menawan menjadi modal utama bagi Kabupaten Lombok Utara, daerah yang baru seumur jagung itu untuk mengembangkan pariwisata.
        Di usianya yang baru memasuki empat tahun pada 21 Juli 2012, sektor pelancongan di kabupaten termuda ini meraih kemauan cukup pesat.
        Sejatinya industri pariwisata di Kabupaten Lombok Utara telah berkembang pesat. Bahkan mampu menjadi yang terdepan dari sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, ini bisa dibuktikan dari berbagai sisi.
        Dari sisi jumlah angka kunjungan wisatawan, kabupaten bermoto "Tioq Tata Tunaq" ini masih mendominasi. Pada 2012 dari total angka kunjungan wisatawan ke NTB sebanyak satu juta orang yang berkunjung ke Lombok Barat mencapai 400.000 orang atau sekitar 40 persen.
        Sementara dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), industri pelancongan memberikan kontribusi paling banyak mencapai 70 persen dari total PAD pada 2012 sebesar Rp30 miliar. Sebagai kebupaten baru pendapatan itu tergolong besar.
        Karena itu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata, selain untuk menambah "pundi-pundi" PAD juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hingga kini masih banyak masuk kategori miskin.
        Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengakui pariwisata merupakan sektor unggulan yang menyumbang PAD terbesar dan ini telah dibuktikan mulai tahun pertama sejak terbentuknya Lombok Utara sebagai daerah otonum baru.
        Pada 2009 yang merupakan tahun pertama setelah terbentuknya Lombok Utara, realisasi PAD sebanyak Rp6 miliar, kemudian pada 2010 naik menjadi Rp10 miliar dan melonjak 100 persen lebih menjadi Rp25 miliar pada 2011 dan pada 2012 meningkat menjadi Rp30 miliar. Pada 2013 ditargetkan Rp32,6 miliar.               
       "Hingga kini sektor pariwisata memberikan sumbangan terbesar bagi PAD Kabupaten Lombok Utara, yakni mencapai 70 persen. Menurut data BPS lonjakan PAD itu merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB," kata Djohan.
        Karena itu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan terus berjuang mengembangkan sektor pariwisata. Pada 2013 ditargetkan angka kunjungan wisatawan ke daerah itu sebanyak 500.000 orang.
        Ini sekaligus untuk mengulang "kesuksesan" Pemerintah Kabupaten Lombok dalam mendukung program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, "Visit Lombok Sumbawa" (VLS)  jilid II dengan target kunjungan dua juta wisatawan pada 2015.
        Djohan mengatakan, pada 2012 jumlah wisatawan mancanegara maupun nusantara yang berkunjung ke Lombok Utara mencapai 400.000 orang, sehingga mampu memberika sumbangan 40 persen untuk program VLS jilid I/2012 dengan realisasi kunjungan sebanyak satu juta orang wisatawan.
        "Saya melihat dari tahun ke tahun setelah terbentuknya Kabupaten Lombok Utara kunjungan wisatawan terus meningkat. Saya optimistis target kunjungan wisatawan  pada 2013 sebanyak 500.000 orang akan tercapai, karena minat para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk berkunjung ke daerah itu semakin meningkat," ujarnya.
        Untuk itu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sedang berupaya membina dan memelihara ketertiban dan keamanan di destinasi wisata guna memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada para wisatawan yang berkunjung dan berlibur di daerah itu.
        "Terkait dengan pembenahan destinasi wisata tersebut saya mengakhiri tahun 2012 dengan menanam pohon di objek wisata dan mengawali 2013 dengan menanam karang di perairan pantai di Dusun Jambianom, Desa Medana," katanya.
        Selain itu Pemkab Lombok Utara juga telah membangun jalan yang mengelilingi Gili Trawangan untuk memberikan kenyamanan kepada para wisatawan menikmati panorama alam di sekeliling Gili Trawangan tersebut.
        Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga memperbanyak bak sampah agar kebersihan di objek wisata bahari ini tetap terpelihara dengan baik. Pada 2013 juga akan dibangun dermaga apung untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada para wisatawan yang datang menggunakan kapal cepat ke objek wisata ini.
        Menurut dia, meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut karena didukung kondisi keamanan yang semakin kondusif dan telah dilakukan pembenahan destinasi unggulan, seperti objek wisata Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang.
         Untuk menunjang pengembangan industri pariwisata, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memberikan kemudahan kepada investor membangun fasilitas akomodasi baik hotel maupun restoran dan usaha wisata lainnya.
        Salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara adalah Gili Trawangan selain dua gili lainnya, yakni Gili Meno dan Gili Air. Objek wisata bahari ini menjadi ikon pariwisata NTB.
         
                                   9.000 Wisatawan
        Destinasi wisata pulau ini menjadi "surga" bagi para pelancong. pada perayaan tahun baru 2013, setidaknya 9.000 orang wisatawan mancanegara maupun nusantara membajiri objek wisata itu. Ada diantaranya yang sengaja datang dari Bali untuk sekedar merayakan pergantian tahun di pulau yang eksotis ini.
        Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lombok Utara Sinar Wugiarno, mengatakan, para wisatawan itu datang ke objek wisata bahari tersebut  pada 30 dan 31 Desember untuk merayakan malam tahun baru di Gili Trawangan.
        "Ribuan wisatawan itu datang ke Gili Trawangan menggunakan kapal cepat dari Bali untuk merayakan malam tahun baru, kemudian ada yang kembali lagi ke Pulau Dewata. Namun sebagian ada yang menginap di objek wisata itu," ujarnya.
         Ia mengatakan, sebagian wisatawan tidak bisa menginap di Gili Trawangan karena kamar hotel sudah penuh. Kamar hotel di objek wisata itu penuh hingga 5 Januari 2013. Banyak wisatawan yang menghabiskan masa libur mereka di tempat wisata tersebut.
        "Kami optimistis akan mampu menyumbang lebih banyak lagi kunjungan wisatawan pada VLS jilid II 2015 dengan target kunjungan sebanyak dua juta orang," ujarnya.
        Ada benang merah antara program unggulan yang digagas Pemerintah Provinsi NTB yang dikenal dengan VLS jilid II dengan angka kunjungan dua juta wisatawan sebagai kelanjutan dari VLS jilid I dengan realisasi kunjungan sebanyak satu juta orang wisatawan.
        Pemerintah Provinsi NTB memprogramkan kunjungan dua juta wisatawan yang akan dicapai pada akhir 2015, sebagai program lanjutan Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012 dengan target satu juta wisatawan.
        Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir belum lama ini mengatakan,   program VLS 2012 yang diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, 6 Juli 2009 dipastikan sudah mencapai target satu juta wisatawan.
        Pemprov NTB akan menerapkan strategi baru dalam mempromosikan potensi pariwisata NTB, yang disebut dengan promosi tiga kaki, yakni pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan maskapai penerbangan.
        Untuk mengimplementasikan strategi itu, maka Pemprov NTB akan bersama-sama pelaku usaha dan maskapai penerbangan, merumuskan rute penerbangan prioritaskan, agar dapat mencapai target dua juta wisatawan. Selain itu, Pemprov NTB juga akan menentukan destinasi utama pariwisata menuju 2015 dan destinasi potensial.
        Harapan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk memperbanyak pundi-pundi PAD dari sektor pelancongan ini tentunya tidak terlepas dari peranan dari seluruh pemangku amanah termasuk masyarakat terutama untuk ikut menciptakan situasi yang kondusif di "Bumi Tioq tata Tunak" ini. (*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026