Malaysia ingin ASEAN menjadi organisasi lebih aktif

id Tan Sri Dato' Johari Abdul,Malaysia,ASEAN

Malaysia ingin ASEAN menjadi organisasi lebih aktif

Ketua Dewan Rakyat Malaysia Tan Sri Dato’ Johari Abdul saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Rabu (21/2/2024). (ANTARA/Asri Mayang Sari)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Rakyat Malaysia Tan Sri Dato’ Johari Abdul mengatakan bahwa saat menjadi tuan rumah ASEAN pada 2025, Malaysia ingin melihat ASEAN menjadi organisasi yang lebih aktif.

"Kita telah melakukan pekerjaan dengan baik selama 50 tahun terakhir, selama bertahun-tahun, namun apa yang terjadi selanjutnya ketika kita memiliki dunia tanpa batas ini sekarang," kata Tan Sri Dato’ Johari saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Kamis.

Tan Sri Dato’ Johari menjelaskan ASEAN memiliki 680 juta penduduk dan ini adalah sebuah blok yang harus diperhitungkan. "Sebuah blok yang diperhitungkan dan tentu saja hal-hal lain apa yang menurut kami mendorong ASEAN ke tingkat tertentu ketika economy pendulum swing mulai mengarah ke timur, ini akan menjadi Asian Century," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, ketika terjadi perubahan pada orang-orang Asia, bagaimana orang-orang ASEAN mengambil keuntungan dari situasi ini.

"Jadi kami ingin melihat bahkan anggota ASEAN juga mengambil keuntungan dari situasi ini, baik secara ekonomi, sosial, dan pendidikan," katanya.

Oleh karenanya, Tan Sri Dato’ Johari memastikan bahwa ketika Malaysia menjadi ketua ASEAN 2025, pihaknya memiliki paket agenda untuk tahun mendatang. "Indonesia telah melakukan tugasnya (sebagai ketua ASEAN 2023) dan saat ini Laos (menjadi ketua ASEAN). Saya rasa kami siap menerima keketuaan dari sana," katanya.

Tan Sri Dato’ Johari menambahkan bahwa akan ada program kerja sama antar parlemen negara-negara ASEAN selama kepemimpinan Malaysia pada 2025. "Kami mendorong perguruan tinggi untuk bekerja sama mengembangkan pandangan pada bidang-bidang yang telah kita sepakati," ujarnya.

Selain itu, katanya, pertemuan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) harus dilakukan lebih teratur guna memahami visi bersama sekaligus untuk mewujudkan agenda ASEAN yang telah disepakati.

Terkait tantangan regional seperti isu Myanmar, Tan Sri Dato’ Johari berpendapat bahwa tidak banyak orang yang memahami apa sebenarnya persoalan Myanmar karena itu adalah persoalan dalam negeri.

"Saran terakhir yang dapat saya berikan adalah agar kita terus berinteraksi dengan mereka. Pemerintahan saat ini di sana mungkin ingin mendapatkan lebih banyak nasihat dari kita," katanya.

Sementara itu, terkait upaya penanganan isu perubahan iklim, Tan Sri Dato’ Johari mengatakan bahwa ada beberapa hal penting yang harus segera dilakukan.

Baca juga: Indonesia siap bahas RAM etika AI di negara ASEAN dan Asia Pasifik
Baca juga: Indonesia, Laos, M'sia troika continues to seek end to Myanmar crisis


"Masalah iklim kita mempunyai pilihan, jujur saja kita harus menikmati pilihan ini karena energi alternatif sangatlah penting. Kita tidak bisa selamanya bergantung pada fosil. Kita tidak bisa terus menerus membakar arang karena dampaknya berbeda-beda terhadap lingkungan", katanya.

"Kita memiliki hidrogen, tenaga surya yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti Fosil. Jadi saya yakin jika kita sebagai pemimpin ASEAN serius mempertimbangkannya, saya kira kita harus memanfaatkan apa yang kita miliki saat ini'.