Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mengajak organisasi perempuan untuk ikut terlibat dalam mengatasi persoalan gizi buruk dan tengkes di provinsi itu.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-3 Wanita Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (WRKBPL) yang digelar di Kota Mataram pada 9 Agustus 2025.

"Organisasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan perempuan, tetapi juga memiliki makna strategis. Di mana pun kita berada, organisasi ini menjadi wadah untuk terus menjaga identitas dan kontribusi terhadap masyarakat," kata Indah dalam keterangan di Mataram, Minggu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah prevalensi tengkes dan penduduk miskin di NTB masing-masing berada pada angka 29,8 persen dan 11,91 persen.

Baca juga: Angka stunting di NTB turun menjadi 16,99 persen

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memiliki 20 agenda kerja prioritas untuk mewujudkan Program Desa Berdaya, antara lain desa tanpa kemiskinan, desa mandiri pangan, dan desa wisata maju.

Program Desa Berdaya merupakan skema penguatan fondasi pembangunan desa melalui dukungan bantuan keuangan dan pendampingan program berkelanjutan dari Pemprov NTB. Kegiatan pembangunan wilayah berbasis desa diproyeksikan bisa mempercepat pengentasan kemiskinan.

Baca juga: Wagub NTB meminta penanganan gizi buruk berbasis desa

Ketua WRKBPL Nirmala mengatakan kelangsungan hidup masyarakat tergantung pada kesediaan pangan yang sehat dan cukup gizi. Kasus kekurangan gizi yang terjadi pada masyarakat terpencil di NTB memiliki korelasi dengan kemiskinan.

"Kami siap berkolaborasi untuk mendukung program pemerintah provinsi dalam rangka mengentaskan kasus gizi buruk," ucap Nirmala.

Baca juga: Emak-emak di Mataram diajarkan membuat makanan sehat
Baca juga: Dinkes Mataram mencatat 11 kasus gizi buruk



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026