Lombok Barat gelar "Mekaki Marathon" pada Oktober 2018

id Mekaki Marathon,Kawasan Wisata Sekotong

.

Berkat kerja sama dengan berbagai pihak, kita sudah mampu membuat `branding` di Mekaki Sekotong, dan Festival Jazz di Senggigi
Lombok Barat (Antaranews NTB) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar "Mekaki Marathon" pada Oktober 2018 atau mundur dari jadwal tahun sebelumnya yang digelar April 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Ispan Junaidi, di Gerung, Selasa, mengatakan "event" olah raga di kawasan wisata Sekotong itu sengaja diundur karena pada April 2018 bersamaan dengan persiapan pemilihan kepala daerah serentak.

"Selain itu berdekatan dengan waktu pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang," katanya kepada wartawan pada acara "soft launching" Mekaki Marathon 2018.

Menurut dia, pelaksanaan Mekaki Marathon 2017 digelar pada April untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan yang biasanya relatif rendah (low season) pada bulan tersebut.

Berbeda dengan Senggigi Festival Jazz yang digelar pada Oktober bertujuan untuk menyuguhkan atraksi hiburan ketika musim ramai wisatawan, khususnya di kawasan wisata pantai Senggigi.

Ispan menambahkan keunggulan sebuah destinasi pariwisata ada pada "branding" dan ikon yang kuat. Oleh sebab itu, kawasan wisata Sekotong dengan segala potensinya membutuhkan kekuatan itu.

"Berkat kerja sama dengan berbagai pihak, kita sudah mampu membuat `branding` di Mekaki Sekotong, dan Festival Jazz di Senggigi," ujarnya.

Mekaki Marathon, kata dia, tidak hanya milik Kabupaten Lombok Barat, melainkan milik Lombok, dan NTB pada umumnya. Untuk itu, semua pihak diharapkan ikut mengangkat citra kegiatan tersebut agar bisa berlangsung lebih baik.

Lebih jauh, ia mengatakan dampak dari sebuah promosi baru bisa dirasakan setahun kemudian. Namun yang pasti, setelah dilakukannya promosi dan perhelatan kegiatan, maka di benak masyarakat maupun peserta yang tertanam adalah pandangan tentang Sekotong dan Mekaki Marathon.

Hal itu merupakan hasil yang tidak terlihat. Sementara hasil yang nampak adalah semakin banyaknya wisatawan yang terpesona datang ke Sekotong dan tahu kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat itu secara nyata.

"Yang tadinya tahu lewat dunia maya sekarang lewat dunia nyata. Bahkan mereka nanti bisa ke 12 gili yang ada di Sekotong," kata Ispan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Lombok Barat H Saepul Akhkam mengatakan Mekaki Marathon 2017 memberikan efek positif dan berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat Sekotong untuk berkembang dan membuka diri.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan menunjukkan angka kunjungan wisatawan ke Sekotong makin tinggi. Begitu juga dengan investasi di wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat itu makin berkembang.

Hingga saat ini, Akhkam menyebutkan dari 36 investor di Sekotong, lebih dari separuhnya berinvestasi di Gili Gede, Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong. Hal itu menyebabkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberikan perhatian kepada kawasan wisata tersebut.

"Untuk itu, pemerintah sudah memprogramkan revitalisasi kawasan wisata Senggigi dan Gili Gede pada 2018," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar