Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merespons cepat imbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menunda berbagai kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan anggaran di tengah situasi sosial yang sedang sensitif.
"Imbauan itu, sudah kami ikuti bahkan sebelum adanya instruksi dari Kemendagri kami sudah melakukan penyesuaian terhadap kondisi saat ini," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.
Dia mengatakan hal itu menyikapi imbauan dari Kemendagri yang mengingatkan seluruh kepala daerah menunda acara seremonial kedinasan yang dapat memberi kesan pemborosan dan pejabat diminta menerapkan gaya hidup sederhana serta tidak memamerkan kemewahan.
Dia mengatakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap kondisi saat ini, pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-32 Kota Mataram pada 31 Agustus 2025 dilaksanakan secara sederhana dan meniadakan berbagai acara yang biasanya meramaikan HUT, seperti panggung hiburan dan pentas musik.
Baca juga: Anggaran perbaikan drainase-jalan akibat banjir di Mataram Rp1,5 miliar
Pemerintah Kota Mataram hanya melaksanakan upacara yang dinilai wajib dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas hari jadi Kota Mataram.
"Bahkan berbagai kegiatan festival-festival yang akan dilaksanakan di organisasi perangkat daerah (OPD) kami tunda, sampai keadaan normal dan ada izin pengadaan laksanakan kembali," katanya.
Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut tetap bisa berdampak pada sektor ekonomi lokal karena setiap kegiatan melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca juga: Pembebasan lahan jalan di Mataram siapkan anggaran Rp11,7 miliar
Terkait dengan imbauan pejabat diminta menerapkan gaya hidup sederhana dan tidak memamerkan kemewahan, ia mengatakan, situasi yang terjadi saat ini bagian dari pelajaran penting bagi semua pihak.
"Peristiwa yang kemarin menjadi pelajaran untuk kami semua, agar lebih bijak dalam bersikap dan bertindak," katanya.
Ia juga menyebut perjalanan dinas ke luar daerah juga ditunda dan kepala daerah diminta untuk menjaga situasi kondusif di wilayah masing-masing.
"Alhamdulillah, kondisi Kota Mataram saat ini sudah kondusif dan masyarakat sudah kembali beraktivitas normal," katanya.
Baca juga: Anggaran perbaikan tanggul akibat banjir di Mataram sebesar Rp7 miliar
Baca juga: Buka jalan baru di Mataram dialokasikan anggaran Rp7,5 miliar
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026