Perum Bulog optimistis mampu menyerap 1 juta ton jagung

id bulog,1 juta jagung,serapan jagung nasional,jagung bulog,petani jagung,jagung ntb,nusa tenggara barat,produksi jagung

Perum Bulog optimistis mampu menyerap 1 juta ton jagung

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan strategi menyerap 1 juta ton jagung dalam sesi wawancara cegat di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (24/9/2025). ANTARA/HO-Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Perum Bulog optimistis mampu menyerap sebanyak satu juta ton jagung pada tahun 2025 dengan menempatkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu daerah prioritas utama penyerapan jagung.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan tingkat produksi jagung di Nusa Tenggara Barat tergolong besar, sehingga potensial untuk mendukung langkah percepatan penyerapan satu juta ton jagung.

"Petani jagung di NTB tidak perlu ragu. Kami menyerap hasil panen semaksimal mungkin demi mendukung ketahanan pangan nasional," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu.

Bulog mencatat hingga September 2025 penyerapan jagung secara nasional baru mencapai sekitar 100 ribu ton. Angka itu jauh dari target yang ditetapkan secara nasional, sehingga kontribusi NTB dianggap penting untuk mempercepat pencapaian serapan jagung nasional.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB: Gudang penyimpan, harapan baru untuk petani bawang merah NTB

Selain dukungan pemerintah daerah, Bulog juga bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang ditugaskan Presiden Prabowo untuk mengawal ketahanan pangan nasional.

Polri telah membangun sejumlah gudang penyimpanan jagung di daerah sentra produksi, termasuk tiga gudang di Nusa Tenggara Barat.

"Gudang yang dibangun Polri dimanfaatkan untuk menampung hasil panen petani jagung NTB. Pemanfaatannya diatur melalui nota kesepahaman agar sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Rizal.

Bulog tidak hanya menggandeng aparat keamanan dari Polri dan TNI, namun juga perangkat desa dalam memperlancar distribusi serta penyerapan jagung dari tingkat petani.

Baca juga: Petani perempuan suarakan protes atas keberadaan Bendungan Meninting

Bahkan, organisasi kepemudaan seperti karang taruna turut diberdayakan agar ikut membantu proses penyerapan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di desa.

Rizal menilai langkah kolaboratif itu dapat memberikan kepastian pasar bagi petani jagung di Nusa Tenggara Barat, sehingga mereka tidak perlu khawatir hasil panen tidak terserap.

"Dengan dukungan lintas sektor, target serapan satu juta ton jagung nasional hingga akhir 2025 dapat tercapai. NTB diproyeksikan menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pemenuhan target tersebut," ujarnya.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.