Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pembentukan Dinas Kebudayaan sebagai motor penggerak bagi penciptaan budaya kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kami berharap dinas baru tersebut menjadi ruang untuk membangun budaya baru atau kontemporer yang bisa memberikan nilai tambah yang menyejahterakan masyarakat," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Festival Teater Indonesia (FTI) di Taman Budaya NTB, Mataram, Rabu.
Salah satu budaya kontemporer yang didorong untuk memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat adalah teater.
Iqbal mengatakan panggung teater merupakan tempat untuk berkreasi mempertontonkan pertunjukan tentang warisan budaya dan terwariskan kepada masyarakat.
Baca juga: Polisi selidiki proyek mebel Dikbud NTB senilai Rp10,2 miliar
Dari perspektif pariwisata, ucapnya, acara seperti teater turut menambah sajian keragaman destinasi atraksi bagi masyarakat. Apalagi saat ini Nusa Tenggara Barat berambisi menghadirkan berbagai ajang skala nasional maupun internasional.
"Kami berharap seniman teater tidak hanya mengekspos sejarah masa lalu yang kemudian dikonsumsi oleh anak-anak cucunya, tapi juga menampilkan tentang budaya-budaya baru," kata Iqbal.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, ide pembentukan Dinas Kebudayaan sudah tertuang ke dalam Kertas Kerja sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang telah disetujui agar tahun 2026 bisa langsung beroperasi.
Baca juga: Mantan Kadis Dikbud NTB diperiksa Kejagung terkait kasus korupsi Chromebook
Sebagai organisasi perangkat daerah baru, maka tugas tahun pertama Dinas Kebudayaan NTB adalah bersikap realistis dengan memprioritaskan konsolidasi kelembagaan.
Dinas Kebudayaan NTB diarahkan agar tidak boleh hanya melakukan agenda rutin organisasi perangat daerah berupa administrasi dan hal-hal teknis.
Pokok-pokok pikiran kebudayaan yang menampung pemikiran dari berbagai pihak sedang dirancang agar fokus terhadap upaya pelestarian dan pemajuan budaya Nusa Tenggara Barat.