Mataram (ANTARA) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah setempat untuk menjaga kondusivitas, merawat kebhinekaan, dan menguatkan sikap toleransi antar umat beragama jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sekretaris PWNU NTB, Lalu Daud Nurjadi dalam keterangannya di Mataram, Kamis, menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijaga bersama.
"Menjelang perayaan Natal 2025 ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk aktif menjaga suasana yang sejuk dan damai. Mari kita tunjukkan wajah Islam yang rahmatan lil 'alamin, Islam yang mengayomi dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang merayakan hari besarnya," ujarnya.
Ia berharap momentum akhir tahun ini menjadi bukti kedewasaan masyarakat NTB dalam beragama dan bernegara. Untuk itu, PWNU NTB, kata dia, mengingatkan kembali pentingnya tiga pilar persaudaraan yang diajarkan para pendiri Nahdlatul Ulama, yakni Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.
Baca juga: Mendagri imbau momen Nataru tak dirayakan secara berlebihan
Dalam konteks perayaan Natal, Ukhuwah Wathaniyah dan Basyariyah dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan.
Perbedaan keyakinan, menurut PWNU NTB, tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"NTB dikenal sebagai daerah yang religius. Karena itu, religiusitas tersebut harus tercermin dalam sikap saling menghormati dan menghargai. Jangan sampai ada tindakan provokatif yang mencederai harmoni yang telah terbangun dengan baik," tegas Lalu Daud.
Baca juga: Lombok Tengah siaga bencana jelang Nataru 2026
Sebagai bentuk komitmen nyata menjaga keamanan, PWNU NTB juga menginstruksikan badan otonom NU, khususnya Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan TNI dan Polri.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Banser diminta untuk siap siaga membantu pengamanan di titik-titik vital dan tempat ibadah apabila dibutuhkan, guna memastikan umat Kristiani dapat menjala99nkan ibadah Natal dengan aman dan khidmat.
"Ini adalah tradisi kemanusiaan yang terus dirawat NU sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara," katanya.
Baca juga: BPTD: Dispensasi bus terkendala akses OSS berlaku bagi PO pemegang izin trayek
Baca juga: BPTD NTB perketat kelaikan jalan bus angkutan umum pada libur Nataru
Baca juga: 1.908 personel gabungan amankan perayaan Nataru di NTB
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026