Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah pada Rabu (7/1).
"Status tanggap darurat diberlakukan selama tujuh hari sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan di tengah puncak musim hujan," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Dompu Yani Hartono Atmojo kepada ANTARA, Jumat malam.
Penetapan status tersebut merupakan hasil rapat evaluasi dan rapat koordinasi teknis Pemkab Dompu setelah meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Hu’u, Kilo, dan Pajo.
"Hasil evaluasi lapangan kemarin, mulai hari ini Bupati menetapkan status tanggap darurat banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Baca juga: SPPG Dompu salurkan ribuan MBG untuk siswa dan korban banjir di Kecamatan Hu'u
Yani menjelaskan, Surat Keputusan penetapan status tanggap darurat dikeluarkan pada Jumat dan berlaku sejak 8 hingga 16 Januari 2026. Penetapan itu juga sejalan dengan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan curah hujan hingga pertengahan Januari.
"Saat ini masih berada pada puncak musim hujan, sehingga risiko bencana susulan cukup tinggi," ujarnya.
Dalam masa tanggap darurat, Bupati Dompu Bambang Firdaus ditetapkan sebagai komandan siaga bencana, sementara Kepala BPBD bertindak sebagai sekretaris. Seluruh upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat dikoordinasikan melalui tim siaga bencana terpadu yang melibatkan Forkopimda, organisasi perangkat daerah, TNI, Polri, dan relawan.
Baca juga: Banjir terjang Dompu, ratusan rumah terendam, makam jebol hingga jenazah terseret arus
Menurut Yani, penetapan status tanggap darurat akan membuat penanganan bencana lebih terarah dan terkoordinasi. Seluruh pendataan dampak, distribusi logistik, serta kesiapsiagaan personel akan dikendalikan melalui posko terpadu.
"Kalau sebelumnya bantuan masih bersifat spontan, ke depan seluruh penanganan akan terkoordinasi melalui posko," jelasnya.
Rapat koordinasi teknis yang dipimpin Bupati Dompu pada Kamis (8/1) juga membahas langkah penanganan pascabanjir, mulai dari pembersihan material lumpur, pemulihan akses warga, hingga mitigasi jangka pendek untuk mengantisipasi banjir dan longsor susulan.
BPBD Dompu akan mengaktifkan posko bencana dan meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan respons cepat apabila kembali terjadi cuaca ekstrem.
Pemkab Dompu juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada, memantau informasi cuaca, serta segera melapor kepada aparat setempat jika muncul tanda-tanda bencana.
Baca juga: Banjir merendam dua kecamatan di Dompu NTB
Baca juga: Banjir rendam dua kecamatan di Dompu, 965 kepala keluarga terdampak
Baca juga: Ketika air turun tanpa peringatan
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB: Banjir dan ujian mitigasi di tanah Bima-Dompu