Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan 50 koperasi desa/kelurahan merah putih sebagai percontohan dalam menggerakkan di wilayah setempat.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pemerintah provinsi (Pemprov) dan kabupaten/kota telah memfasilitasi pembentukan 1.166 KDKMP. Namun, sebagian besar koperasi tersebut belum menjalankan aktivitas usaha secara nyata, sehingga belum mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
"Alhamdulillah sudah terbentuk 1.166 KDMP. Mungkin yang jalan itu bisa dihitung dari jari tangan saja. Jangan sampai gagasan mulia dari presiden ini tidak bisa kita lakukan hanya karena kita tidak bisa mencari solusi untuk menjalankannya. Kita ingin kembalikan kekuatan ekonomi itu dikuasai oleh desa," ujarnya pada peluncuran pembinaan KDKMP dari Bank Mandiri di Desa Semoyang, Lombok Tengah, Kamis.
Untuk mencegah koperasi kembali mati suri, Gubernur NTB menginisiasi skema pembiayaan non-tunai melalui kerja sama dengan Bank Himbara. Bank Mandiri menjadi mitra awal dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp25 juta per koperasi sebagai stimulus usaha.
Baca juga: Koperasi syariah Desa Semoyang Loteng naik kelas, jadi percontohan NTB
Dana tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan barang kebutuhan usaha sesuai sektor koperasi, seperti pupuk dan sarana produksi pertanian, agar koperasi langsung menjalankan aktivitas bisnis dan melayani kebutuhan masyarakat.
"Saya target-nya 50 koperasi percontohan tahun ini. Kita inkubasi dari awal. Kasih tapi jangan dalam bentuk uang, misalnya pertanian butuh pupuk, kita bayarkan ke Pupuk Indonesia, lalu koperasi jual itu ke masyarakat. Terima kasih Bank Mandiri yang sudah mengambil inisiatif langkah berani ini," tegasnya.
Baca juga: Enam pasar di Lombok Tengah jadi lokasi Kopdes merah putih
Menurut Iqbal, koperasi memiliki peran strategis untuk memperbaiki rantai pasok komoditas penting agar tidak dikuasai segelintir perusahaan besar. Oleh karena itu, koperasi merah putih harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi sehingga nilai tambah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Lebih lanjut Gubernur NTB mengingatkan bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang diamanatkan UUD 1945 sebagai sokoguru perekonomian nasional. Untuk itu, dukungan dana pembinaan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi agar mampu menjalankan bisnis secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
"Pemprov NTB berkomitmen terus mengakselerasi koperasi desa/kelurahan merah putih sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto, agar koperasi tumbuh sebagai penggerak ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian desa," ucapnya.
Baca juga: Sebanyak 199 gerai Kopdes Merah Putih di NTB tahap pembangunan
Oleh sebab itu, Iqbal berharap program percontohan ini menjadi model penguatan koperasi berbasis desa yang berkelanjutan, sekaligus mengembalikan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan, menyebutkan saat ini telah terbentuk 1.166 KDKMP di seluruh desa dan kelurahan di NTB.
"Seluruhnya telah berbadan hukum," ujarnya.
Baca juga: Koperasi desa di NTB dapat kucurkan modal Rp50 juta
Menurutnya, sejumlah koperasi bahkan mulai menjalankan usaha berbasis potensi lokal.
"Pada kesempatan ini, Bank Mandiri menyalurkan dana pembinaan sebesar Rp25 juta per koperasi kepada 10 KDKMP percontohan dengan total Rp250 juta, dalam bentuk modal kerja berbasis komoditas melalui mekanisme verifikasi dan pengawasan," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Regional CEO PT Bank Mandiri Wilayah Bali Nusa Tenggara Alexander Jonathan Patty, Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah, Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani.
Baca juga: Gubernur NTB instruksikan Bank NTB Syariah percepat transformasi koperasi desa
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026