Mataram (ANTARA) - Rencana menjadikan Bendungan Batujai di Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai hub seaplane pertama di daerah ini menandai babak baru ambisi konektivitas dan pariwisata.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai ruang terbuka publik, sabuk hijau, dan hutan kota seluas sekitar 83 hektare kini diproyeksikan bertransformasi menjadi waterbase atau bandara di atas air yang ditargetkan beroperasi pada 2026.
Dua pesawat amfibi disiapkan pada tahap awal dengan landasan air sekitar 400 meter. Empat belas izin disebut telah dikantongi. Dukungan regulasi dari Kementerian Perhubungan dan kerja sama pemerintah daerah dengan investor memperlihatkan proyek ini bukan sekadar wacana.
Secara strategis, gagasan ini memiliki logika kuat. NTB adalah provinsi kepulauan dengan destinasi wisata yang tersebar dan kerap terkendala jarak serta waktu tempuh.
Kedekatan Batujai dengan Bandara Internasional Lombok membuka peluang intermoda yang efisien. Wisatawan yang mendarat dapat segera berpindah ke pesawat air dan menjangkau pulau-pulau kecil atau teluk terpencil tanpa perjalanan darat berjam-jam.
Model ini terbukti efektif di Maladewa dan sebagian Kanada, di mana pesawat amfibi menjadi tulang punggung konektivitas destinasi premium. NTB jelas ingin masuk ke ceruk pariwisata berkualitas, cepat, eksklusif, dan bernilai tinggi.
Dampak ekonomi yang dijanjikan pun tidak kecil. Aktivitas baru di sekitar bendungan berpotensi menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja di sektor jasa transportasi, katering, hingga perawatan pesawat.
Jika dikelola baik, waterbase dapat menjadi simpul ekonomi baru yang menyokong agenda internasional seperti MotoGP di Mandalika sekaligus memperluas lama tinggal wisatawan.
Namun tulisan ini tidak boleh berhenti pada optimisme. Batujai bukan lahan kosong tanpa sejarah dan fungsi. Ia adalah ruang ekologis penting yang selama ini berperan sebagai resapan air, paru-paru kota, sekaligus ruang sosial bagi warga.
Transformasi menjadi hub seaplane berarti peningkatan intensitas aktivitas di perairan. Kebisingan, risiko pencemaran bahan bakar, serta perubahan pola pemanfaatan ruang harus diawasi ketat.
Analisis dampak lingkungan yang dinyatakan aman perlu disertai transparansi data dan pemantauan independen berkala. Kepercayaan publik dibangun bukan dengan klaim, melainkan dengan keterbukaan.
Aspek keamanan dan tata kelola kawasan juga menjadi pekerjaan rumah. Kawasan ini pernah disorot karena gangguan kriminalitas dan kebutuhan pos pengamanan.
Menambah fungsi sebagai waterbase berarti menaikkan standar pengawasan dan sistem keamanan terpadu. Citra pariwisata premium tidak akan bertahan tanpa jaminan keselamatan dan kenyamanan.
Pertanyaan berikutnya menyasar keberlanjutan bisnis. Seaplane menyasar segmen pasar tertentu dengan tarif relatif tinggi. Dua pesawat pada tahap awal mungkin cukup sebagai perintis, tetapi okupansi harus realistis.
Tanpa integrasi paket wisata, promosi terpadu, dan rute yang dirancang sesuai permintaan pasar, proyek berisiko stagnan. Euforia investasi bisa berubah menjadi beban jika perencanaan bisnis tidak matang.
Arah pembangunan NTB sedang diuji di Batujai. Pilihannya bukan antara pariwisata cepat atau inklusif, melainkan bagaimana keduanya berjalan seiring. Tata kelola lingkungan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar lampiran administratif.
Manfaat ekonomi harus dirasakan warga sekitar melalui kemitraan dan pelatihan yang nyata. Integrasi dengan jaringan destinasi Indonesia timur perlu dirancang strategis agar Batujai tidak berdiri sendiri.
Ambisi menghadirkan langit baru di atas Batujai patut diapresiasi. Tetapi ambisi hanya akan bermakna jika setiap pesawat yang mendarat di atas airnya tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, transparansi, dan keberdayaan masyarakat. Di situlah ukuran keberhasilan sesungguhnya ditentukan.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Bandar narkoba tertangkap, saatnya NTB bersih-bersih
Baca juga: Tajuk ANTARA BTB - Ramadhan di NTB: Ketika sarung berubah menjadi senjata
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ramadhan di balik jeruji: Menguji wajah humanis pemasyarakatan di NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ramadhan di NTB: Menata riuh, merawat khusyuk
COPYRIGHT © ANTARA 2026