Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak deeskalasi dan penghentian konflik, di tengah operasi militer gabungan AS-Israel yang terus berlangsung terhadap Iran.
"Kita berada di ambang perang yang lebih luas yang akan melanda seluruh Timur Tengah dengan dampak dramatis di seluruh dunia... Jika genderang perang terus berbunyi, eskalasi hanya akan memperburuk dampak konflik ini,” kata Guterres dalam konferensi pers, Kamis.
“Lingkaran kematian dan kehancuran harus dihentikan," ujar dia, menegaskan.
Ia pun menegaskan perlunya dukungan untuk keberhasilan upaya penyelesaian konflik secara damai. Guterres mengulangi seruannya kepada AS dan Israel untuk menghentikan serangan yang telah menyebabkan "penderitaan manusia yang luar biasa" dan mengakibatkan "konsekuensi yang menghancurkan."
Baca juga: Harga migas di Eropa naik hingga 70 persen sejak perang AS-Israel vs Iran
Dia juga meminta Iran untuk menahan diri dari melakukan serangan balasan lebih lanjut di Teluk Persia. Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Baca juga: Krisis BBM di Inggris, Harga melonjak imbas konflik Timur Tengah
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade Selat Hormuz—jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global—hingga memicu kenaikan harga energi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Yashinta Difa
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026