Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendukung penguatan kapasitas guru dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di wilayah itu, karena guru merupakan kunci utama dalam menentukan arah kemajuan daerah.

"Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah. Guru adalah ujung tombak yang bekerja dengan ketulusan luar biasa, bahkan melampaui kewajibannya. Karena itu penguatan kapasitas guru menjadi prioritas utama kami di NTB," ujar Gubernur Iqbal pada kegiatan penggalangan dana amal yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama Indonesian Overseas Alumni (IOA) melalui keterangan resmi diterima di Mataram, Selasa.

Ia menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Untuk itu ia mengajak semua elemen untuk terlibat. "Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas," kata Gubernur Iqbal.

Gubernur NTB kemudian memberikan kontribusi pribadi sebesar Rp25 juta sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keberlanjutan program. Ia menegaskan inisiatif itu bukan sekedar kegiatan amal, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Baca juga: Disdik Mataram gelar tes kemampuan akademik

"Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekedar kegiatan amal, tetapi investasi masa depan," ucapnya.

Menurutnya, program ini akan berjalan secara sistematis dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan. Melalui kegiatan ini Pemprov NTB membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, untuk turut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pendidikan.

"Kami membuka diri bagi siapa pun yang ingin terlibat. Semakin besar kolaborasi yang terbangun, semakin luas dampak yang bisa kita hadirkan bagi pendidikan NTB," katanya.

Baca juga: Akademisi Ummat dukung pembatasan gawai pada anak

Kegiatan penggalangan dana amal yang digelar Pemprov NTB bersama IOA mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama membangun pendidikan yang berkelanjutan.

Program ini akan difokuskan pada tahap awal di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara, dengan pendekatan peningkatan kompetensi, pendampingan, serta penguatan ekosistem pembelajaran. Selanjutnya program akan diperluas secara bertahap ke kabupaten/kota di NTB dalam kurun lima tahun ke depan.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026