Mataram (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaksanakan pelatihan dalam rangka memperkuat kemampuan pemandu wisata gunung di kawasan Gunung Rinjani Lombok.

"Pelayanan terbaik dimulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas," kata Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan pelatihan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas wisata pendakian di TNGR. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari ke depan hingga 12 April dengan jumlah peserta sebanyak 30 pemandu wisata gunung (guide).

"Mereka akan dibekali dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional dalam mendampingi setiap langkah pendaki menjelajahi Gunung Rinjani," katanya.

Ia mengatakan para pemandu wisata bukan sekadar penunjuk jalan, tetapi garda terdepan dalam menciptakan pengalaman pendakian yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan yang melakukan pendidikan di kawasan Gunung Rinjani.

"Hal ini untuk meningkatkan keselamatan para pendaki," katanya.

Ia mengatakan kegiatan ini juga sejalan dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian di kawasan TNGR.

"Ke depan seluruh guide yang beroperasi di Rinjani wajib memiliki sertifikasi resmi," katanya.

Ia mengatakan program ini merupakan upaya memastikan standar pelayanan wisata kelas dunia, sekaligus menjaga keselamatan dan kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok.

"Mari kita dukung bersama transformasi ini. Karena Rinjani bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk dijaga kelestarian," katanya.

Sebelumnya Balai TNGR menyatakan ratusan wisatawan mulai melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok setelah resmi dibuka pada 1 April 2026.

Baca juga: Rinjani dibuka kembali, Ratusan pendaki mulai serbu gunung favorit NTB

"Maksimal 700 orang per hari yang bisa melakukan pendakian untuk 6 jalur pendakian di Gunung Rinjani," kata Kepala Seksi (Kasi) Subbagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi Arisno.

Adapun jalur destinasi wisata alam pendakian yang menuju Gunung Rinjani antara lain jalur pendakian Senaru, jalur Torean, jalur Sembalun, jalur Timbanuh, jalur Tetebatu dan jalur pendidikan Aik Berik.

Antusias pendaki menandai dimulainya kembali aktivitas pendakian setelah ditutup selama tiga bulan akibat musim hujan ekstrem dan pemulihan ekosistem.

"Untuk hari pertama ini didominasi oleh wisatawan Nusantara (lokal)," kata.

Baca juga: Libur panjang picu lonjakan pendakian di Gunung Rinjani Lombok

Selama penutupan wisata pendakian dari 1 Januari sampai 31 Maret 2026, Balai TNGR telah meningkatkan aspek keselamatan, konservasi, serta pengelolaan destinasi secara lebih inklusif dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

Balai TNGR telah menerapkan sistem yang lebih aman, modern, dan berstandar global melalui aktivasi gelang RFID, personal bacon pemantau posisi pendaki, pembangunan pusat komando, integrasi komunikasi radio, hingga implementasi zero waste secara digital.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026