Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kembali menjalankan program inkubasi pada tahun ini untuk memberikan pendampingan intensif kepada koperasi, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

LPDB mengumumkan 15 lembaga inkubator terpilih dari berbagai daerah, yang akan berperan sebagai mitra strategis LPDB dalam mendampingi koperasi agar semakin produktif dan adaptif.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, bahwa program inkubasi ini merupakan bagian penting dari transformasi pendekatan pembiayaan koperasi yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran dana, tetapi juga penguatan kapasitas usaha.

“Kami ingin memastikan bahwa koperasi penerima manfaat tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan pendampingan komprehensif dari hulu hingga hilir,” ujar Krisdianto.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman menambahkan seleksi lembaga inkubator dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kapasitas kelembagaan, pengalaman pendampingan, serta kesiapan mendukung sektor prioritas.

“Kami memastikan inkubator yang terpilih memiliki kompetensi dan rekam jejak yang kuat dalam pembinaan usaha,” katanya.

Program inkubasi tahun 2026 akan difokuskan pada sektor pangan, energi, pertanian, kelautan, hingga pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Pendampingan meliputi penguatan manajemen usaha, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar.

Baca juga: LPDB penyaluran dana Rp1,6 triliun ke koperasi tercapai di akhir tahun

LPDB Koperasi berharap melalui program ini dapat terbentuk koperasi-koperasi yang benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa, sekaligus mendukung program prioritas nasional.

Sebanyak 15 lembaga inkubator terpilih dalam program inkubasi LPDB Koperasi tahun 2026 berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dari kawasan timur, terdapat Pusat Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua di Provinsi Papua, Gampiri Interaksi Lestari di Sulawesi Tengah, serta Inkubator Baji Tallasa di Sulawesi Selatan.

Sementara dari Kalimantan, terpilih PPIIBT Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat dan Wetland Box di Kalimantan Selatan.

Baca juga: LPDB Koperasi membantu 56 koperasi meraih komitmen pendanaan Rp105,1 miliar

Di wilayah barat Indonesia, partisipasi inkubator juga cukup dominan. Dari Provinsi Banten hadir Link Productive, sedangkan Jawa Barat diwakili oleh Cubic Inkubator Bisnis, Garut Techno Park, BIG UNPAD, serta Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan IKOPIN.

Dari Jawa Tengah, terdapat Inkubator Unit Bisnis LPPM Universitas Negeri Semarang, sementara DIY Yogyakarta diwakili oleh Inkubator Amikom Business Park.

Adapun dari Jawa Timur, dua inkubator turut memperkuat ekosistem, yakni Inkubator Bisnis Cah Angon dan LINK KITA. Sementara dari Bali, Inkubator Bisnis Universitas Hindu Indonesia juga menjadi bagian dari program ini.

 

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026