Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengajak jamaah calon haji dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi teladan bagi jamaah lainnya selama berada di Tanah Suci.

"Dengan latar belakang sebagai aparatur yang terdidik dan terbiasa melayani, ASN kami harapkan mampu menjadi contoh dalam bersikap, berperilaku, serta menjaga etika di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara," katanya di Mataram, Jumat.

Hal tersebut disampaikan wali kota di sela pelepasan 49 orang calon haji ASN Pemerintah Kota Mataram yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram yang dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan bagi 49 calon haji ASN.

Dalam kesempatan itu, wali kota meminta secara khusus kepada calon haji dari ASN, agar menjadi pribadi yang terdidik dan mampu memberikan teladan bagi jamaah lainnya.

"Jamaah ASN memiliki bekal pendidikan, sehingga harus mampu menunjukkan sikap yang baik selama di Tanah Suci," katanya lagi.

Peran tersebut dinilai penting, terutama dalam menjaga suasana kebersamaan dan saling membantu di tengah keragaman budaya dan kebiasaan jamaah dunia. ASN diharapkan hadir sebagai penyejuk sekaligus penguat solidaritas.

Mengingat ibadah haji merupakan rangkaian kegiatan yang sangat kompleks, sehingga potensi tantangan teknis tidak dapat dihindari. Berbagai hal seperti keterlambatan layanan konsumsi, transportasi, hingga dinamika di lapangan dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun mental jamaah.

Baca juga: Sebanyak 786 calon haji NTB diberangkatkan ke Arab Saudi

Di situlah dibutuhkan kesabaran jamaah semua dan situasi tersebut merupakan bagian dari ujian dalam berhaji yang harus dihadapi dengan sikap sabar dan lapang dada.

"Kemampuan mengelola emosi dan menjaga ketenangan menjadi kunci agar ibadah tetap berjalan dengan khusyuk," katanya.

Baca juga: Sebanyak 393 calon haji kloter pertama asal NTB telah tiba di Makkah

Pelepasan jamaah calon haji dari kalangan ASN Pemerintah Kota Mataram menjadi tradisi yang terus dijaga dan dipertahankan oleh Pemerintah Kota Mataram karena menjadi wujud penghormatan bagi para abdi negara yang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah SWT.

Diiringi doa dan harapan tulus, para calon haji dilepas dengan pesan-pesan mendalam karena perjalanan ibadah haji bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah besar yang sarat ujian dan pembelajaran.

"Selain itu, jamaah harus jaga kesehatan karena kesehatan menjadi modal utama untuk melaksanakan berbagai rukun wajib dan sunah haji," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026