Jakarta (ANTARA) - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan, penting dan strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Bawono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan proyek tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Ia menjelaskan manfaat proyek lumbung pangan di Wanam akan terlihat dalam jangka panjang, termasuk memperkuat kemandirian pangan, meredam gejolak harga akibat krisis global, serta menjadi investasi bagi generasi mendatang.
“Mungkin dalam jangka pendek atau menengah belum terlihat hasil program ketahanan pangan, tetapi dalam jangka panjang program ini memiliki nilai strategis,” katanya.
Bawono berharap pembangunan lumbung pangan atau food estate di Wanam tetap dilanjutkan meskipun terdapat pihak yang menolak atau menghambat pelaksanaannya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat secara lebih utuh berbagai informasi terkait proyek tersebut, termasuk melalui karya dokumenter yang tengah menjadi perhatian publik.
Baca juga: Pembangunan jalan akses di Merauke dikebut mendukung program food estate
Di sisi lain, pengembangan PSN Wanam di Papua Selatan disebut menunjukkan kemajuan, antara lain pembangunan jetty multipurpose yang telah rampung 100 persen.
Selain itu, pembangunan tangki diesel kecepatan tinggi berkapasitas 5 ribu metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan gudang serbaguna mencapai 88 persen.
Proyek tersebut dinilai membawa harapan bagi masyarakat setempat, terutama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah Papua Selatan.
Baca juga: Polresta Mataram berkomitmen mendukung program Ketahanan Pangan Nasional
Wanam juga diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah baru seluas 1 juta hektare.
PSN tersebut tidak hanya mencakup pembukaan lahan pertanian, tetapi juga pengembangan ekosistem pendukung seperti jaringan irigasi, industri biodiesel, dan penguatan pertahanan negara dengan konektivitas sebagai faktor kunci.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026