Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah, memberikan perhatian lebih terhadap nasib mantan pekerja migran Indonesia (PMI).

Hal ini ditegaskan Lalu Hadrian Irfani saat mengunjungi kediaman mantan PMI, Ihsan atau Esan, di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat.

Ihsan sempat hilang kontak dan dikabarkan meninggal selama kurang lebih 20 tahun di Malaysia dan kisahnya viral beberapa waktu terakhir setelah berhasil dipulangkan ke kampung halamannya di Lombok Tengah, NTB.

Lalu Hadrian mengatakan kehadirannya di rumah Ihsan bentuk dukungan moril sekaligus perhatian terhadap kondisi para pekerja migran, termasuk mereka yang berangkat secara non-prosedural.

Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Miq Hadrian itu, berbincang dengan Ihsan dan keluarga mengenai perjalanan hidup serta kondisi yang dialami selama bekerja di luar negeri.

Dia mengatakan negara harus hadir memberikan perhatian kepada para mantan pekerja migran yang selama ini berjuang demi ekonomi keluarga, meskipun sebagian di antaranya berangkat tanpa prosedur resmi.

"Kita harus memberi perhatian serius kepada para eks-TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Banyak dari mereka berangkat demi mencari nafkah untuk keluarga, namun menghadapi berbagai persoalan di luar negeri. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar ke depan perlindungan terhadap pekerja migran semakin baik," ujarnya.

Anggota DPR berasal dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini, memiliki kontribusi dalam proses pemulangan Ihsan, beberapa waktu lalu. Ia turut mendorong koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak hingga Ihsan akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarganya setelah terpisah selama dua dekade.

Baca juga: Karantina NTB memusnahkan barang bawaan PMI asal Malaysia

Dalam kesempatan tersebut, Hadrian berjanji melakukan pendampingan terhadap Ihsan melalui program kerja nyata di partainya. Salah satu bentuk bantuan yang akan difasilitasi adalah bantuan usaha di bidang peternakan agar Ihsan dapat kembali membangun kehidupan ekonomi bersama keluarganya.

"Nanti kita bantu Ihsan dengan program sapi bagi petani. Ini akan saya koordinasi dengan teman-teman partai di DPRD NTB," ujarnya.

Lihak keluarga besar Ihsan, melalui kakaknya, Bahri, menyampaikan terima kasih kepada Lalu Hadrian atas perhatian dan bantuan yang diberikan, terutama dalam proses pemulangan Ihsan hingga akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Baca juga: RI mendorong kerja sama penempatan PMI skema G2G dengan Yunani

"Alhamdulillah berkat bantuan Pak Hadrian, adik kami Esan bisa pulang bertemu keluarga lebih cepat. Terima kasih Miq," ujarnya.

Kunjungan tersebut disambut haru keluarga dan masyarakat sekitar. Warga mengaku bersyukur karena ada perhatian langsung dari anggota DPR terhadap kondisi Ihsan setelah kepulangan ke tanah air.

Kedatangan Lalu Hadrian Irfani beserta isteri, didampingi Camat Praya Barat Daya Husnan, Kepala Desa Kabul Sahurim, tokoh agama dan masyarakat.



 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026