Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menjadi rumah sakit rujukan utama sekaligus pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan di wilayah setempat.

Direktur RSUP NTB drg. Asrul Sani menegaskan tim verifikasi lapangan rumah sakit pendidikan oleh tim verifikator Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah turun ke rumah sakit melakukan verifikasi lapangan.

"Verifikasi ini bukan semata untuk memenuhi persyaratan sertifikasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa RSUP NTB mampu menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus menjadi tempat belajar berkualitas bagi calon dokter dan dokter spesialis yang kelak akan mengabdi kepada masyarakat," ujarnya di Mataram, Selasa.

Menurutnya, berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan tim verifikator menjadi bekal penting dalam penyempurnaan tata kelola dan peningkatan kualitas institusi.

"Seluruh rekomendasi yang bersifat administratif oleh tim verifikator akan di tindaklanjuti dan selesaikan dalam waktu dua minggu sebagaimana arahan yang diberikan. Setiap proses perbaikan benar-benar menghasilkan perubahan yang berdampak terhadap mutu pendidikan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Asrul.

Pelaksanaan verifikasi lapangan Rumah Sakit Pendidikan oleh tim verifikator Kementerian Kesehatan berlangsung pada 29 Mei 2026.

Tim verifikator yang terdiri atas lima orang dipimpin dr. Else Mutiara Sihotang diterima langsung oleh Direktur RSUP NTB drg. Asrul Sani, didampingi para wakil direktur dan jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam proses verifikasi, tim melakukan telaah dokumen terhadap lima standar utama yang mencakup tata kelola, penyelenggaraan pendidikan, sumber daya manusia, sarana-prasarana, serta sistem penjaminan mutu.

Baca juga: Gubernur mendorong pelayanan RSUP NTB modern

Tim juga melakukan telusur lapangan terhadap berbagai fasilitas pendidikan dan pembelajaran klinik, mulai dari ruang jaga peserta didik, ruang diskusi akademik, laboratorium keterampilan klinik, perpustakaan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Melalui proses tersebut, tim menilai kesiapan RSUP NTB dalam menyelenggarakan pendidikan klinik yang berkualitas, termasuk kompetensi pembimbing, lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, serta dukungan institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.

Sebagai Rumah Sakit Kelas A, terakreditasi paripurna, dan berstatus Rumah Sakit Pendidikan Utama, RSUP NTB terus memperkuat kapasitasnya sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus pusat pendidikan tenaga kesehatan di NTB.

Baca juga: Pemkab Dompu gandeng RSUP NTB tingkatkan akses layanan kesehatan warga miskin

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB Ahsanul Halik menegaskan Pemprov NTB memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah transformasi yang tengah dilakukan RSUP NTB.

"Kami ingin RSUP NTB terus berbenah, meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola, mengembangkan inovasi, serta tumbuh menjadi rumah sakit pendidikan unggulan yang mampu melahirkan tenaga kesehatan berkualitas dan membanggakan NTB," ujarnya.

Menurutnya, semakin kuat kapasitas RSUP NTB sebagai rumah sakit pendidikan, semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, pengembangan ilmu kedokteran, serta upaya mencetak dokter dan dokter spesialis yang siap menjawab kebutuhan daerah.

"Pemprov akan terus mendukung setiap langkah perbaikan dan transformasi yang dilakukan demi menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026