Alfamart-Disdik NTB Kerja Sama Alfamart Class

id Alfamart,Disdik NTB,SMK

Alfamart-Disdik NTB Kerja Sama Alfamart Class

Human Capital Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tri Warsono Sunu, dan Kepala Dinas Pendidikan NTB, Rusman, menandatangani MoU kerja sama pembinaan kepada siswa SMK, di SMK Negeri 1 Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (1/10/2019). Foto Humas Alfamart

Mataram (ANTARA) - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk pengelola jaringan ritel minimarket Alfamart bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pembinaan kepada siswa SMK melalui Alfamart Class.

Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja, terutama dalam bidang ritel.

Dalam kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan MoU antara Human Capital Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tri Warsono Sunu dengan Kepala Dinas Pendidikan NTB, Rusman, di SMK Negeri 1 Praya Tengah, Selasa (1/10/2019).

Tri Warsono Sunu mengatakan, kerja sama dengan Disdik NTB tersebut dinamakan program "Alfamart Class", yaitu bersama-bersama mengembangkan pendidikan yang terintegrasi mulai dari sinkronisasi kurikulum.

Selain itu, pelatihan guru-guru, hibah bisnis center serta praktik kerja sama di bidang industri ritel, sampai para siswa menyelesaikan pendidikan dan akan diterima menjadi karyawan.

"Jadi ini adalah program holistik yang bekerja sama dengan tiga belah pihak  yaitu Alfamart sebagai dunia industri, Disdik sebagai regulator kemudian sekolah sebagai pelaksana pendidikan tersebut," ujarnya.

Melalui program tersebut, Alfamart bekerja sama dengan SMK yang memiliki jurusan bisnis atau manajemen pemasaran. Perusahaan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel, memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan siswa. Selain itu, perusahaan juga menghibahkan Laboratorium Ritel sebagai media praktik belajar siswa di sekolah.

"Program yang telah berjalan sejak 2011 ini, diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang memiliki daya saing tinggi, terampil, dan siap bekerja di lingkungan perusahaan. Khususnya di industri ritel, dengan berbagai kompetensi yang telah dimiliki," ujar Tri Wasono Sunu.

Alfamart Class merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif.

"Kebutuhan tenaga kerja di industri ritel terbilang besar. Setiap tahunnya, tim operasional Alfamart banyak menerima lulusan dari jenjang pendidikan SMA/SMK," katanya.

Oleh karena itu, sambungnya, program ini bisa menjadi solusi yang menguntungkan bagi berbagai pihak.

"Di satu sisi kami membantu menyediakan lapangan kerja bagi lulusan SMK, di sisi lain kami juga mendapat tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan perusahaan," tuturnya.

Menurutnya, lulusan SMK yang mengikuti program Alfamart Class dapat langsung bekerja di Alfamart. Selain itu, berbekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, lulusan Alfamart Class juga bisa membuka usaha ritel secara mandiri.

"Kami membekali siswa dengan berbagai kompetensi seperti pengetahuan produk, transaksi dan administrasi penjualan, persediaan produk, prosedur kerja, kerja sama tim, hingga pelayanan pelanggan," ucapnya.

Sebanyak lima SMK di wilayah NTB yang kerja sama dalam program Alfamart Class yaitu SMKN 1 Praya Tengah, SMKN 2 Mataram, SMKN 1 Dompu, SMKN 2 Selong dan SMKN 1 Kota Bima.