Di sini menerima pengaduan CPNS
Kamis, 25 Oktober 2018 17:54 WIB
Ilustrasi CPNS (1) (1/)
Mataram (Antaranews NTB)- DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyarankan agar pemerintah kota setempat membentuk posko pengaduan rekrutmen calon pegawai negeri sipil untuk menutup berbagai celah indikasi-indikasi kecurangan selama proses rekturmen.
"Saluran khusus pusat pengaduan ini penting, agar ketika ada temuan indikasi-indikasi kecurangan maupun penyalahgunaan kewenangan, informasinya lebih cepat untuk ditindaklanjuti," kata Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi di Mataram, Kamis.
Dia mengatakan, walaupun sifatnya indikasi berbagai laporan yang masuk harus bisa cepat ditindaklanjuti. Apalagi dirinya lebih cenderung mencegah dan membina daripada melakukan tindakan represif.
"Dalam rangka pembinaan, kita dapat melakukan dalam bentuk membangun mekanisme persuasif dan edukatif karena itu perlu ada semacam jalur khusus posko pengaduan," kata politisi dari Partai Golkar Mataram ini.
Ia mengatakan, posko pengaduan tersebut sebagai sebuah sistem untuk mendeteksi ruang-ruang kecurangan. Bila perlu pemerintah kota bisa memberikan penghargaan bagi masyarakat yang datang melapor dan membawa bukti akurat terhadap indikasi yang dilaporkan.
"Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi agar tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab merusak proses dan prosedur rekrutmen CPNS," katanya.
Selain mengusulkan pembentukan posko pengaduan CPNS untuk menjaga agar proses rekrutmen CPNS Kota Mataram steril dari berbagai kecurangan, Didi menyarankan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga melakukan sosialisasi secara maksimal terhadap sistem rekrutmen.
Ia menyontohkan sosialisasi tentang sistem yang akan digunakan merupakan sistem dalam jaringan (daring) atau "online" sehingga semua dilakukan dengan serba terbuka dan transparan.
"Dengan demikian, tidak ada celah oknum-oknum tertentu untuk bisa bermain atau memainkan satu kondisi tertentu dengan motif tertentu," ujarnya.
Hal tersebut, katanya, dimaksudkan agar masyarakat yakin dan menaruh kepercayaan pada mekanisme yang diterapkan serta terhadap lembaga yang melaksnakana otoritas dalam bidang rekruten CPNS.
"Kalau dua hal itu sudah dilakukan, kami yakin pihak-pihak yang akan memanfaatkan celah-celah kecurangan bisa dihilangkan," katanya lagi.
"Saluran khusus pusat pengaduan ini penting, agar ketika ada temuan indikasi-indikasi kecurangan maupun penyalahgunaan kewenangan, informasinya lebih cepat untuk ditindaklanjuti," kata Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi di Mataram, Kamis.
Dia mengatakan, walaupun sifatnya indikasi berbagai laporan yang masuk harus bisa cepat ditindaklanjuti. Apalagi dirinya lebih cenderung mencegah dan membina daripada melakukan tindakan represif.
"Dalam rangka pembinaan, kita dapat melakukan dalam bentuk membangun mekanisme persuasif dan edukatif karena itu perlu ada semacam jalur khusus posko pengaduan," kata politisi dari Partai Golkar Mataram ini.
Ia mengatakan, posko pengaduan tersebut sebagai sebuah sistem untuk mendeteksi ruang-ruang kecurangan. Bila perlu pemerintah kota bisa memberikan penghargaan bagi masyarakat yang datang melapor dan membawa bukti akurat terhadap indikasi yang dilaporkan.
"Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi agar tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab merusak proses dan prosedur rekrutmen CPNS," katanya.
Selain mengusulkan pembentukan posko pengaduan CPNS untuk menjaga agar proses rekrutmen CPNS Kota Mataram steril dari berbagai kecurangan, Didi menyarankan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga melakukan sosialisasi secara maksimal terhadap sistem rekrutmen.
Ia menyontohkan sosialisasi tentang sistem yang akan digunakan merupakan sistem dalam jaringan (daring) atau "online" sehingga semua dilakukan dengan serba terbuka dan transparan.
"Dengan demikian, tidak ada celah oknum-oknum tertentu untuk bisa bermain atau memainkan satu kondisi tertentu dengan motif tertentu," ujarnya.
Hal tersebut, katanya, dimaksudkan agar masyarakat yakin dan menaruh kepercayaan pada mekanisme yang diterapkan serta terhadap lembaga yang melaksnakana otoritas dalam bidang rekruten CPNS.
"Kalau dua hal itu sudah dilakukan, kami yakin pihak-pihak yang akan memanfaatkan celah-celah kecurangan bisa dihilangkan," katanya lagi.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler: Lombok Tengah waspadai PMK, tujuh guru batal PPPK hingga polisi tangkap pemicu insiden kerusuhan di Bima
17 January 2025 6:15 WIB, 2025
Tujuh guru honorer yang dibatalkan kelulusan PPPK mengadu ke DPRD Dompu
16 January 2025 17:05 WIB, 2025
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018