Lombok Timur (ANTARA) - Ratusan warga Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, melakukan aksi penyegelan kantor desa setempat, Senin (5/1), sebagai bentuk protes terhadap kepala desa yang dinilai tidak merespons aspirasi dan tuntutan masyarakat.
Aksi tersebut merupakan lanjutan atau jilid kedua dari rangkaian protes warga. Aparat kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Sebelum penyegelan dilakukan, perangkat Desa Madayin menyampaikan pernyataan sikap yang berisi desakan agar kepala desa mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka juga meminta Bupati Lombok Timur mencopot kepala desa tersebut.
“Apabila tidak ada kejelasan, kami perangkat Desa Madayin menyatakan mogok kerja sampai tuntutan ini direspons,” demikian pernyataan sikap perangkat desa yang disampaikan di hadapan warga.
Baca juga: Puluhan warga Serewe Jerowaru segel kantor desa dengan pohon berduri
Kepala Bagian Operasi Polres Lombok Timur Kompol Sulaiman turut memberikan arahan kepada massa aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Kami mengingatkan massa aksi agar tetap damai dan tertib,” ujarnya.
Warga menyatakan akan terus melakukan penyegelan kantor desa hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan dari pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Timur Hambali belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait aksi penyegelan kantor Desa Madayin tersebut.
Baca juga: Segel Kantor Desa Dasan Baru Loteng oleh warga protes BLT akhirnya dibuka