Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan kegiatan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) untuk memutus mata rantai penyebaran virus rabies.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Sabtu, mengatakan vaksinasi HPR digencarkan sebagai pengganti program eliminasi.
"Sejak beberapa tahun terakhir, penanganan HPR dengan eliminasi sudah tidak dibolehkan. Kini kami fokuskan ke vaksinasi sebagai upaya preventif," katanya.
Pemberian vaksinasi HPR utamanya anjing, kucing dan kera, menyasar pada warga yang memiliki hewan peliharaan. Layanan dilakukan dengan sistem jemput bola ke rumah-rumah warga.
Namun tidak sedikit masyarakat yang memiliki hewan kesayangan juga sudah melakukan vaksinasi secara mandiri langsung ke puskesmas hewan atau ke dokter hewan.
Baca juga: Mataram beri layanan vaksin rabies gratis
Karena itu, layanan vaksinasi rabies yang diberikan secara gratis diprioritaskan pada hewan peliharaan yang belum pernah divaksin.
"Alhamdulillah, sejauh ini proses vaksinasi disambut antusias oleh warga yang memiliki hewan peliharaan," katanya.
Bahkan untuk memudahkan warga, katanya, Distan Kota Mataram rutin membuka layanan vaksinasi HPR gratis pada akhir Juli atau bulan Agustus setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Mataram.
Vaksinasi rutin merupakan cara paling efektif untuk melindungi manusia dari gigitan hewan yang terinfeksi rabies, yang hingga kini masih menjadi ancaman zoonosis yang mematikan.
Baca juga: Distan beri vaksin rabies gratis kucing peliharaan di Mataram
Di sisi lain, pihaknya menyebutkan kesulitan untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing yang tidak bertuan dan menunjukkan gejala klinis mencurigakan di area-area publik.
Sementara langkan eliminasi tidak bisa dilakukan, sebagai upaya melindungi keselamatan masyarakat dari potensi gigitan anjing rabies.
Terkait dengan itu, dia berharap partisipasi masyarakat dan aparat ketika terjadi gigitan anjing liar segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan penanganan.
"Hingga saat ini, dari kasus gigitan anjing yang terjadi di Kota Mataram belum ditemukan positif rabies," katanya.
Kendati demikian, pihaknya terus mengimbau warga agar menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab dengan tidak membiarkan anjing peliharaan berkeliaran secara bebas di luar rumah tanpa pengawasan.
Baca juga: NTB mendistribusikan 55 ribu vaksin rabies ke Pulau Sumbawa