Dompu (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj. Indah Dhamayanti Putri meninjau pelaksanaan Program Desa Berdaya Saing di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Minggu, dalam rangkaian Safari Ramadan.
Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Dompu Bambang Firdaus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB Lalu Hamdi, Kepala Bappeda NTB Bq Nelly Yuniarty, Kepala DPMPD Kabupaten Dompu Arif Hidayatullah, serta Camat Woja Edyson.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Ummi Dinda meninjau langsung sejumlah rumah tidak layak huni milik warga sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat desa.
Ia menegaskan, Program Desa Berdaya merupakan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa.
"Program Desa Berdaya bukan sekadar bantuan, tetapi upaya mendorong kemandirian, memperkuat ekonomi warga, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga: Gerakan Desa Berdaya diluncurkan di NTB
Sementara itu, Kepala DPMPD Dukcapil NTB Lalu Hamdi menjelaskan Program Desa Berdaya di Desa Saneo menyasar keluarga miskin ekstrem. Di desa tersebut, sebanyak 31 kepala keluarga (KK) menjadi sasaran intervensi, sedangkan di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, tercatat 91 KK yang mendapat pendampingan.
"Di Dompu ini ada dua desa yang kita sasar, yakni Desa Saneo dan Desa Soritatanga. Kita intervensi agar keluarga miskin ekstrem dapat keluar dari garis kemiskinan," katanya.
Ia memaparkan, program tersebut dilaksanakan selama dua tahun dengan dua skema intervensi, yakni skema tematik dan transformatif. Skema tematik berupa intervensi keuangan kepada pemerintah daerah, sedangkan skema transformatif dilakukan secara langsung kepada kepala keluarga melalui perlindungan sosial dan pemberdayaan khusus.
Baca juga: Dari desa, daya itu bertumbuh
Bentuk intervensi transformatif meliputi bantuan sosial, jaminan kesehatan, jaminan kesejahteraan, bantuan rumah layak huni, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar penerima manfaat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang lebih mapan.
"Kita dampingi selama dua tahun hingga mereka benar-benar keluar dari garis kemiskinan. Dengan program ini kita ikhtiarkan keluarga miskin bisa hidup lebih sejahtera," ujarnya.
Rangkaian kegiatan di Desa Saneo juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako dan santunan kepada warga lanjut usia serta penyandang disabilitas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB. Selain itu, Wakil Gubernur memberikan dukungan renovasi mushalla setempat guna menunjang kenyamanan ibadah selama Ramadan.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Desa berdaya, harapan baru pengentasan kemiskinan di NTB
Kegiatan turut diakhiri dengan penanaman pohon di lapangan desa sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Usai dari Desa Saneo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Kandai Dua untuk meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah dalam tahap penyelesaian. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa serta memperkuat kemandirian masyarakat.
Baca juga: Ayam petelur jadi senjata NTB entaskan kemiskinan ekstrem
Baca juga: Tim Ahli Gubernur NTB bikin desa berdaya hidup kembali