Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyoroti variasi harga tiket bus yang dijual kepada para penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Mandalika, Kota Mataram.
Hal itu disampaikan Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau arus mudik Lebaran bersama jajaran Forkopimda NTB, di antaranya Kapolda NTB Irjen Pol Edi Murbowo, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief dan Kajati NTB Wahyudi di Terminal Mandalika, Minggu.
Menurut dia, perbedaan harga tiket tidak selalu berarti pelanggaran karena adanya variasi kelas layanan dan fasilitas bus.
"Tarif yang diatur pemerintah sebenarnya berlaku untuk kelas ekonomi. Sementara di lapangan banyak bus yang memiliki fasilitas tambahan seperti leg rest dan layanan lainnya. Karena fasilitas-nya berbeda, maka kelasnya juga berbeda dan harga tiket-nya ikut bervariasi," kata Lalu Muhamad Iqbal yang akrab disapa Miq Iqbal itu.
Baca juga: Jumlah pemudik di Terminal Mandalika diprediksi naik lima persen
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum telah mengingatkan perusahaan otobus agar tetap mematuhi batas harga tertinggi yang telah ditetapkan.
Ia juga menyoroti potensi persoalan yang muncul dari mekanisme penjualan tiket melalui pihak ketiga.
"Banyak pembeli tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah sering muncul persoalan harga. Bahkan ada laporan adanya oknum yang memaksa penjualan tiket dengan harga tinggi demi mendapatkan komisi. Praktik seperti ini tentu harus ditertibkan," katanya menegaskan.
Baca juga: Mudik tenang, Polisi NTB sediakan titipan kendaraan gratis
Selain itu, Iqbal menilai fasilitas Terminal Mandalika secara umum sudah cukup baik, meskipun masih memerlukan penyempurnaan, baik dari sisi fungsi maupun penataan kawasan.
"Kita ingin terminal ini memiliki standar pelayanan yang baik, bahkan kalau bisa suasananya seperti di bandara. Pengaturan area publik dan area khusus penumpang juga perlu ditata lebih baik agar pelayanan semakin tertib," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Terminal Mandalika Martin mengakui harga tiket setiap bus berbeda tergantung tujuan dan kelas layanan. Untuk tiket rata-rata dijual di kisaran Rp300 hingga Rp500 ribu disesuaikan dengan fasilitas yang disediakan (leg rest dan sleeper).
Baca juga: Nyepi 2026, Penyeberangan Lombok-Bali ditutup mulai 18 Maret
Jumlah pemudik melalui Terminal Mandalika diprediksi naik 10 persen pada arus mudik Lebaran 2026.
"Kita prediksi kenaikan jumlah penumpang 5 persen hingga 10 persen peningkatannya;" ujar dia.
Ia mengatakan untuk puncak arus mudik melalui Terminal Mandalika pada arus mudik terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran. Sedangkan, puncak arus balik terjadi pada H+6 atau H+7 atau bersamaan usai libur Lebaran.
Sedangkan, total armada bus yang melayani arus mudik di terminal terbesar di NTB itu, sebanyak 161 unit. Terdiri dari 61 bus Antara Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 100 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Dengan tujuan sejumlah kota di tanah air mulai dari Jakarta, Surabaya, Malang, Bali, dan sejumlah kota dan kabupaten di NTB, seperti Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.