"Dengan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile, pertemuan dan kontak langsung dengan pihak lain, terutama pada masa pandemi saat ini, tentu saja akan dapat dihindari," kata Nurhandini, di Mataram, Minggu.
Menurut dia, aplikasi PLN Mobile dari PT PLN (Persero) memberikan fasilitas yang sering diperlukan masyarakat sebagai pelanggan, antara lain untuk pengaduan gangguan dan juga baca meter mandiri.
Selain itu, melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melihat riwayat tagihan listrik, pembelian token dan juga dapat melakukan pengubahan daya.
"Saya berharap, masyarakat di NTB untuk menjauhi aktivitas kerumunan selama ancaman wabah virus corona ini belum mencapai titik terang. Bayar tagihan, bahkan laporan gangguan listrik, lebih mudah pakai fitur yang ada di PLN Mobile," ujar Nurhandini.
Selain Nurhandini, beberapa pengurus RSUD Provinsi NTB, seperti Wakil Direktur Umum dan Keuangan Hamid Fahmi, Wakil Direktur SDM dan Diklat dr Oxy Tjahjo Wahyuni, Kepala Bidang Pelayanan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 RSUD Provinsi NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma, juga sudah mengunduh aplikasi PLN Mobile dan merasakan kemudahan kebutuhan layanan dari PLN.
Sementara itu, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara Gregorius Adi Trianto mengatakan aplikasi PLN Mobile adalah terobosan baru dari PLN, sebagai bentuk transformasi customer focused.
Di masa pandemi, lanjut dia, berbagai kanal dapat diakses oleh masyarakat tanpa datang langsung ke kantor PLN. Selain melalui aplikasi PLN Mobile, ada layanan Contact Center PLN 123, dan website www.pln.co.id.
"Aplikasi PLN Mobile dapat diunduh pengguna smartphone android maupun IOS, di mana terdapat fitur baru yang dapat menghubungi customer service officer Contact Center PLN 123 tanpa melalui telepon rumah dan operator selular, namun dengan menggunakan voice over internet protocol," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026