Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil melunasi seluruh utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Ahsanul Khalik mengatakan Gubernur NTB beharap keberhasilan itu tidak berhenti sebagai penyelesaian administratif semata.
"Gubernur menekankan bahwa setelah persoalan utang diselesaikan, RSUD NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman," ujarnya di Mataram, Senin.
Ia mengatakan pelunasan utang harus menjadi momentum memperkuat tata kelola rumah sakit, memulihkan kepercayaan publik, dan membangun sistem pelayanan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Penyelesaian kewajiban tersebut dinilai menjadi titik penting karena stabilitas keuangan rumah sakit memiliki hubungan langsung dengan kelancaran pelayanan, mulai dari pengadaan alat kesehatan, dukungan operasional, hingga kepastian kerja sama dengan berbagai mitra layanan kesehatan.
"Kalau utang sudah selesai, maka perlahan kita bangkit. Kita ingin RSUD NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ucapnya.
Ia mengatakan Direktur RSUD NTB Asrul Sani, dalam rapat bersama Gubernur NTB juga menjelaskan manajemen rumah sakit saat ini mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kondisi fiskal tetap sehat melalui pengendalian belanja, penataan arus kas, percepatan penyelesaian klaim BPJS, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Selain itu manajemen RSUD NTB mulai menyiapkan strategi diversifikasi pendapatan melalui evaluasi kerja sama, apraisal aset, optimalisasi aset yang belum produktif, serta pengembangan berbagai pendapatan baru guna memperkuat kemandirian fiskal rumah sakit ke depan.
Baca juga: RSUD NTB segera melunasi utang Rp41 miliar pada Mei 2026
Dengan fondasi fiskal yang mulai sehat dan tata kelola yang terus diperbaiki, pihak RSUD NTB optimistis dapat tumbuh menjadi institusi layanan kesehatan yang semakin sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
"RSUD NTB perlahan mulai membangun fondasi baru menuju rumah sakit yang lebih sehat, mandiri, dan semakin dipercaya masyarakat. Pelunasan utang bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari kebangkitan RSUD NTB menuju masa depan pelayanan kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan," katanya.
Baca juga: RSUD Praya Lombok Tengah siapkan layanan 24 jam selama Libur Lebaran
Diketahui berdasarkan data manajemen per 6 Mei 2026 total kewajiban utang kontraktual RSUD NTB tahun anggaran 2025 mencapai Rp91,445 miliar. Proses pelunasan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kewajiban berhasil diselesaikan. Pada masa direksi sebelumnya, pembayaran utang berhasil dituntaskan sebesar Rp44,766 miliar lebih.
Sementara pada masa direksi baru saat ini dilakukan percepatan penyelesaian sisa kewajiban sebesar Rp46,679 miliar lebih hanya dalam waktu satu bulan hingga pembayaran mencapai 100 persen lunas.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026