Mataram (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melakukan uji coba program kolam terpal atau bioflok untuk budi daya ikan air laut bagi nelayan di kota itu.

"Program kolam terpal bagi nelayan sebagai salah satu solusi agar nelayan tetap memiliki mata pencarian ketika musim angin barat dimana saat itu nelayan tidak bisa melaut," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Kamis.

Menurutnya, budi daya ikan air laut dengan menggunakan bioflok dinilai pas sebagai alternatif membantu nelayan agar tetap memiliki penghasilan ketika mereka tidak melaut saat musim angin barat tiba.

Untuk saat ini, program budi daya ikan air laut dengan menggunakan kolam terpal masih diujicobakan di Loang Baloq bekerja sama dengan Universitas 45 Mataram.

"Jenis yang dikembangkan oleh pihak Universitas 45 adalah udang, dengan kolam berdiameter tiga meter dan enam meter," katanya.

Menurutnya, untuk kolam berdiameter enam meter dapat mengakomodasi sekitar 30 ribu bibit udang. "Insya Allah, kalau budi daya udang ini tingkat keberhasilannya tinggi karena risikonya kecil," katanya.

Terkait dengan itu, ke depan apabila uji coba tersebut berhasil dan mampu membantu perekonomian nelayan, maka program bioflok untuk nelayan Mataram akan dicanangkan.

"Saat ini kita masih menunggu dan melihat proses uji coba, untuk mengetahui kelayakannya diperbanyak ke nelayan-nelayan lainnya," katanya.

Data DKP Kota Mataram mencatat, jumlah nelayan di Kota Mataram sekitar 1.200 orang. Ketika masuk musim angin barat, mulai bulan September hingga Januari setiap tahunnya, nelayan rata-rata tidak melaut.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nelayan ada yang beralih profesi sebagai buruh serabutan dan lainnya. Bahkan ada juga yang menjual barang-barang berharga yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk itulah, kita ingin nelayan punya usaha tetap ketika tidak melaut agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.
 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026