Harga epliji di OP juga murah hanya Rp14.750 per tabung, dengan demikian kita bisa lebih hematMataram, (Antara)- Warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin, menyerbu elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam operasi pasar (OP) yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Pertamina Lombok pada enam titik.
Enam titik lokasi OP itu meliputi di Getap, Lapangan Rembiga, Kebon Roek, SPBU Kekalik, Pasar Dasan Agung dan Lapangan Pagutan, laris manis diburu masyarakat. Demikian, pantaun Antara pada sejumlah titik kegiatan OP elpiji 3 kilogram bersubsidi.
Hapsah salah seorang pembeli elpji di Pasar Dasan Agung mengatakan dirinya sangat terbantu dengan adanya OP elpiji tersebut, karena sejak beberapa minggu lalu elpiji sempat kosong pada sejumlah agen, apalagi pengecer.
"Harga epliji di OP juga murah hanya Rp14.750 per tabung, dengan demikian kita bisa lebih hemat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram Wartan mengatakan bahwa elpiji 3 kilogram tersebut diserbu karena, sejak beberapa pekan terakhir masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram bersubsidi, kalaupun ada harganya cukup tinggi yakni berkisar Rp18-20 ribu per tabung.
"Sementara dalam OP elpiji 3 kilogram bersubsidi harganya hanya Rp14.750 per tabung, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), dengan kuota satu titik 560 tabung," katanya.
Kegiatan OP ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap penanganan masalah yang dihadapi masyarakat.
"Oleh karena itu, jika masyarakat masih merasakan kekurangan atau kelangkaan teradap kebutuhan elpiji, kami akan bersurat lagi ke Pertamina untuk melakukan OP kembali," katanya.
Menurutnya, kegiatan OP elpiji hari ini merupakan kegiatan kedua kalinya, karena pada Sabtu (18/10), juga telah dilaksanakan kegiatan serupa pada lima titik.
Meliputi, pasar Karang Lelede, Karang Bedil, Bertais, Pagesangan, dan Dasan Cermen. Dengan pendistribusian sebanyak 560 tabung per satu titik.
"Diharapkan masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan elpiji 3 kilogram bersubsdi," katanya.
Agung Wibowo selaku staf monitoring elpiji Pertaminan Lombok sebelumnya mengatakan, kelangkaan dan kenaikan harga elpiji tiga kilogram tersebut disebabkan adanya indikasi penimbunan, akan tetapi pihaknya juga belum melakukan pengecekan secara detail terhadap indikasi tersebut.
"Indikasinya ada penimbunan, karena selama ini distribusi elpiji 3 kilogram bersubsidi dari Pertamina ke agen lancar dan tidak ada kendala," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026