"Jangan sampai ke depan ada isu yang berkembang bahwa si A orangnya bupati atau si B orangnya wali kota dan seterusnya"
Mataram,  (Antara)- Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat H Zaini Arony meminta jajaran direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Mataram masa jabatan 2015-2019 tetap kompak dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan sampai ke depan ada isu yang berkembang bahwa si A orangnya bupati atau si B orangnya wali kota dan seterusnya," katanya usai melantik tiga jajaran direksi PDAM Giri Menang Mataran di Mataram, Senin.

PDAM Giri Menang Mataram merupakan perusahaan daerah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

Tiga jajaran Direksi PDAM Giri Menang Mataram masa jabatan 2015-2019 yang dilantik adalah H Lalu Ahmad Zaini sebagai Direktur Utama, HM Yusuf sebagai Direktur Teknik dan Ahmad Ridwan sebagai Direktur Umum.

Ahmad Zaini dan HM Yusuf merupakan jajaran direksi sebelumnya atau masa jabatan 2011-2015, yang diganti hanya Direktur Umum PDAM Giri Menang Mataram sebelumnya dijabat oleh H Dharmawi yang telah masuki masa pensiun.

Bupati Lombok Barat H Zaini Arony mengatakan dalam pada yang serba kompetitif para direksi harus mampu meningkatkan kualiats dan kuantitas pelayanan kepada pelanggan.

Oleh karena itu, katanya, sumpah dan janji direksi yang telah diucapkan harus menjadi komitmen moral bagi semua jajaran direksi PDAM untuk terus berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dia mengatakan dalam penentuan jajaran direksi PDAM Giri Menang Mataram, baik Pemerintah Kota Mataram maupun Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengedepankan prestasi dan keberhasilan selama menjabat.

"Kami menempatakan pejabat sedikitpun tidak ada unsur suka atau tidak suka," ujarnya.

Zaini mengatakan beberapa kemajuan yang telah diraih selama PDAM Giri Menang Mataram dinahkodai oleh jajaran direksi sebelumnya antara lain, jumlah pelanggan pada tahun 2010 yang hanaya 69 ribu, kini meniangkat menjadi 94 ribu lebih pelanggan.

Selain itu cakupan pelayanan air bersih yang pada tahun 2010 hanya sebesar 29 persen, meningkat menjadi 44,84 ersen, sehingga terjadi peningkatan 15,21 persen.

Di samping itu, kata Zaini, keberhasilan peningkatan pelayanan dapat terlihat dari debit produksi yang pada tahun 2010 sebesar 967 ribu liter per detik, kini menjadi 1.251 liter per detik.

"Peningkatan juga terjadi pada nilai aset yang mencapai Rp232 miliar lebih atau naik secara signifikan sebesar Rp143 miliar dari tahun 2010.

"Oleh karena itu, dalam melakukan penilaian kami bersama dewan pengawas telah melakukan `fit proper test` atau uji kelayakan dan kepatutan dan memberikan kepercayaan kembali kepada dua orang direksi dan satu direksi baru karena presatsi yang telah dicapai oleh perusahaan ini. Bukan karena suka dan tidak suka," katanya.

Namun demikian, katanya, tentu masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus diperjuangkan oleh para jajaran direksi demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, terutama bagi daerah-daerah yang belum tersentuh pelayanan PDAM.

Sementara Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyampaikan kepada jajaran direksi yang baru dilantik agar dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apalagi sekitar 492 ribu jiwa penduduk Kota Mataram membutuhkan pelayanan air bersih. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026